<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388</id><updated>2012-02-16T14:01:14.747+07:00</updated><title type='text'>edi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-3182256315518089896</id><published>2010-01-13T18:27:00.002+07:00</published><updated>2010-01-13T18:34:31.144+07:00</updated><title type='text'>IP V6</title><content type='html'>IP V6&lt;br /&gt;Setiap Komputer dalam jaringan, agar bisa berkomunikasi dengan komputer lain, memerlukan unique identifier. Unique identifier itu berupa IP address. IP address merupakan gabungan antara alamat jaringan dan alamat host atau komputer. Jika komputer itu rumah, agar setiap penghuni rumah ini dapat berkirim surat maka rumah itu perlu diberi alamat Alamat itu adalah gabungan antara kode pos dan no rumah. Dua parameter ini yang di gunakan pak pos untuk mengantarkan surat dan membuat antar rumah bisa berkomunikasi satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer hanya mengerti bilangan biner, 0 dan 1. Komputer hanya mengerti beda tegangan atau voltase.Pada range tertentu voltase yang diartikan 0 dan range tertentu, tegangan diartikan 1.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika belajar pengalamatan IP, saya asumsikan kita sudah mengerti matematika biner dan hexadesimal. Penjumlahan, penambahan, mengkonversi bilangan desimal ke bilangan binert dan sebaliknya adalah matematika dasar yang perlukan mengerti terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: dalam biner 10101010 kemudian di ubah ke dalam desimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;128+0+32+0+8+0+2 + 0 = 190.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP version 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP version 4 adalah yang banyak digunakan saat ini dengan 32 bit sequence bit. Agar IP addres dapat dengan mudah ditulis, maka dibuat kesepakatan untuk menuliskannya dengan empat buah bilangan genap yang dIPisahkan oleh tanda titik. IP address ini selalu dIPisahkan antara porsi untuk network dan porsi untuk host atau komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah 172.16.122.204&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public IP dan Private IP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran dari jaringan tentu sangat bervariasi. Pengertian ukuran yang saya maksud adalah jumlah atau komputer dalam satu network tersebut. Atau Jumlah pesawat telepon dalam satu area. Untuk mengakomodasi ukuran yang berbda tadi, IP address dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disebut classes. Classes yang bisa kita gunkan adalah A, B, C, sedangkan D digunakan untuk multicast dan E untuk research.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih detailnya adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classes A ; 0XXX XXXX . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classes B ; 10 XX XXXX . XXXX XXXX .YYYY YYYY.YYYY YYYY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classes C ; 11 0 X XXXX . XXXX XXXX .XXXX XXXX.YYYY YYYY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classes D; 1 1 10 YYYY . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classes E; 1 1 11 YYYY . YYYY YYYY .YYYY YYYY.YYYY YYYY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y artinya bagian network dan X adalah bagian host.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan di awal alamat IP digunakan sebagai identifier suatu komputer. Artinya IP address tersebut harus unique. Lantas, jika hanya menggunakan aturan di atas saja apakah tidak akan terjadi duplikasi alamat IP ketika jaringan yang kita buat terkoneksi ke internet.. Maka penggolongan classes A, B, C di buat berdasar RFC 1918.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public IP adalah IP yang digunakan dan dikenal oleh jariangan internet. Agar IP Public ini tidak ada duplikasi dan tetap unique, maka penggunaan IP public ini diatur oleh lembaga dunia IANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Private IP adalah IP yang digunakan oleh jaringan internal. Jika jaringan ini di hibingkan ke internet maka biasanya menggunakan NAT( Network Address Translation). NAT akan mengubah IP private menjadi IP public&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar RFC 1918 , IP public. Untuk setiap classes adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Class A.; 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Class B.; 172.16.0.0 hingga 172.16.255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Class C.; 192.168.0.0 hingga 192.168. 255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP private adalah salah satu cara untuk menghemat IP yang memang terbatas. Cara lainnya adalah dengan munculnya Classless Interdomain Routing (CIDR) dan IP version 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP version 6 adalah IP yang dikembangkan karena IP version 4 terbatas jumlahnya. Jika IP version 4 menggunakan 4 oktet (32 bit). Maka IP version 6 version menggunakan 16 oktet (128 bit).&lt;br /&gt;http://yugo-turner.blogspot.com/2010/01/ip-v6.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-3182256315518089896?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/3182256315518089896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2010/01/ip-v6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3182256315518089896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3182256315518089896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2010/01/ip-v6.html' title='IP V6'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-1742669793651336275</id><published>2009-12-21T17:05:00.004+07:00</published><updated>2009-12-21T17:39:42.886+07:00</updated><title type='text'>Cellular Technology</title><content type='html'>Sistem selular adalah sistem yang canggih, sebab sistem ini membagi suatu kawasan dalam beberapa sel kecil. Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa frekuensi dapat meluas sehingga mencapai ke semua bagian pada kawasan tertentu sehingga beberapa pengguna dapat menggunakan ponsel mereka secara simultan tanpa jeda dan tanpa terputus-putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Selular&lt;br /&gt;Pada sistem seluler, untuk menggambarkan cakupan area secara geografis digunakanlah penggambaran heksagonal. Area inilah yang disebut sel (Cell). Mengapa bentuknya heksagonal bukan lingkaran untuk menggambarkan sebuah sel?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9N8Ljlz7I/AAAAAAAAACs/tlJatg3J3KM/s1600-h/0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9N8Ljlz7I/AAAAAAAAACs/tlJatg3J3KM/s200/0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417634573039554482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat melihat pada gambar diatas, jika anda menggambarkan sebuah sel dalam bentuk lingkaran, maka sel satu dengan yang lainnya tidak akan dapat saling berkesinambungan dengan sempurna. Pada sistem selular, semua daerah dapat dicakup tanpa adanya gap sel satu dengan yang lain sehingga kurva heksagonal lebih mewakili, kerena cakupan area dapat tergambarkan dengan rapih serta mencakup keseluruhan area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat pada gambar dibawah ini, dimana sebuah Antena akan dapat mengirim dan menerima sinyal pada tiga daerah yang berbeda, dimana setiap sel hanya tercakup sebagian saja dari ketiga sel yang tercakup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9PMAF1RGI/AAAAAAAAAC0/QuGMxI_zrgc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9PMAF1RGI/AAAAAAAAAC0/QuGMxI_zrgc/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417635944351482978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen penting pembentuk sistem dari seluler adalah peralatan seluler itu sendiri seperti Base Station Radio, Antena dan Base Station Controller yang akan mengatur lalulintas dari beberapa sel dan saling berhubungan pula dengan jaringan telepon publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Jaringan GSM&lt;br /&gt;Jaringan di dalam Global System for Mobile Telecommunication (GSM) disusun dari beberapa entitas fungsional yang dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mobile Station&lt;br /&gt;Mobile Station yang merupakan perangkat dibawa oleh pelanggan atau kata lain telepon selulernya yang akan menerima maupun mengirimkan data. Mobile Station terdiri dari Radio transceiver, Display dan Digital Signal Proccesor (DSP) dan kartu SIM (Subscriber Identity Module).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Global System for Mobile telecommunication (GSM) identitas panggilan tidak dihubungkan dengan ponselnya tetapi dengan kartu SIM sehingga bila kartu SIM dimasukan keterminal lain maka pengguna akan tetap menerima panggilan dan dapat melakukan pemanggilan dari terminal tersebut serta dapat menerima layanan pelanggan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Equipment atau Ponsel secara unik dapat dikenali dengan International Mobile Subscriber Identity (IMEI) sedangkan kartu SIM memiliki InternationalMobile Subscriber Identity (IMSI) yang dapat mengidentifikasi pelanggan. Akan tetapi IMEI dengan IMSI tidak saling tergantung maka dapat digunakan dalam mobilitas pribadi. Dengan kata lain kita dapat memindahkan kartu SIM ke ponsel manapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Base Station Subsystem (BBS)&lt;br /&gt;Base Station Subsystem (BBS) merupakan peralatan yang mengendalikan hubungan antara radio dengan mobile station. Base Station Subsystem terdiri atas dua bagian yaitu : Base Transceiver Station (BTS) yang mengandung transceiver radio yang menangani sebuah cell atau daerah dan berhubungan dengan mobile station dan Base Station Controller (BSC) yang cara kerjanya mengatur hubungan radio antara satu dan beberapa Base Transceiver Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga Base Transceiver Station merupakan penghubung antara Mobile station dengan Mobile Service Switching Center (MSC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9PwibLDkI/AAAAAAAAAC8/PLLyOuW6TZ0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9PwibLDkI/AAAAAAAAAC8/PLLyOuW6TZ0/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417636572043087426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Network Subsystem&lt;br /&gt;Network Subsystem yang merupakan bagian utamanya adalah Mobile Service Switcing Center (MSC) kegunaannya untuk melakukan switching pengguna jaringan bergerak dengan pengguna jaringan bergerak atau tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Service Switching Center (MSC) juga menyediakan hubungan dengan jaringan PSTN dan ISDN. Pensinyalan di antara entitas fungsional ini menggunakan Signaling Sistem Number 7 (SS7) yang digunakan untuk Trunk Signaling dalam ISDN dan digunakan secara luas di jaringan umum sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mengenai Mobile Station disimpan dalam dua Location Register yang merupakan sebuah basis data. Yang pertama adalah Home Location Register (HLR) yang berisi semua informasi administrasi dari semua pelanggan yang terdaftar disuatu jaringan GSM beserta lokasi dari mobile station. Lokasi dari suatu Mobile Station disimpan dalam bentuk Mobile Station Roaming Number (MSRN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang kedua adalah Visitor Location Register (VLR) berisi informasi berisi administrasi terpilih dari Home Location Register (HLR) yang dibutukan untuk control pangilan dan izin bagi pengguna service berlangganan untuk setiap pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Register lain yang digunakan untuk autentikasi dan keamanan adalah Equipment Identity Register (EIR) yang merupakan basis data yang berisi daftar Mobile Station yang valid dalam jaringan GSM yang teridentifikasi lewat nomor IMEI. Sedangkan Autenthication Center adalah basis data terproteksi yang menyimpan salinan PIN (Personal Identity Number) yang digunakan untuk autentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9QJcXlmyI/AAAAAAAAADE/EvpFzv-Qwys/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9QJcXlmyI/AAAAAAAAADE/EvpFzv-Qwys/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417636999914167074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://dhivacell.wordpress.com/materi-dasar/konsep-dasar-teknologi-selular/&lt;br /&gt;http://yugo-turner.blogspot.com/2009/12/cellular-technology.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-1742669793651336275?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/1742669793651336275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/cellular-technology.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1742669793651336275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1742669793651336275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/cellular-technology.html' title='Cellular Technology'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sy9N8Ljlz7I/AAAAAAAAACs/tlJatg3J3KM/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-7495777429178832424</id><published>2009-12-21T16:48:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T17:02:23.409+07:00</updated><title type='text'>ISDN</title><content type='html'>ISDN (Integrated Services Digital Network) merupakan layanan komunikasi telepon digital sekaligus pengiriman data. Layanan ini ditawarkan oleh Telkom dengan nama "Pasopati". ISDN memungkinkan pengiriman suara, data, teks, grafik, musik, gambar bergerak dan lainnya melalui jaringan telepon digital. Ini berarti pengguna ISDN dapat menggunakan layanan ini untuk melakukan panggilan telepon atau juga mengirim data antar LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN Telkom memiliki dua tipe, ISDN PRA (Primary Rate Access, 1984 Kbps) dan ISDN (BRA (Basic Rate Access, 144 Kbps). PRA terdiri dari 30 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 64 Kbps, total menjadi 1984 Kbps. BRA terdiri dari 2 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 16 Kbps, total menjadi 144 Kbps. BRA menyediakan transfer data pada 144 Kbps hanya dengan sebuah twisted-pair.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PERANGKAT BRA (Basic Rate Access)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen ISDN adalah terminal, terminal adapter (disebut TA), perangkat network-termination, perangkat line-termination, dan perangkat exchange-termination. Terminal ISDN ada dua macam. Yang khusus dibuat untuk ISDN disebut sebagai perangkat terminal tipe 1 (disebut TE1). Yang tidak dibuat untuk ISDN, seperti pesawat telepon, yang telah diciptakan sebelum adanya standar ISDN, disebut sebagai tipe 2 (disebut TE2). TE1 dihubungkan dengan network ISDN menggunakan kabel twisted-pair 4 kabel digital. TE2 yang hendak dihubungkan ke ISDN harus melalui sebuah terminal adapter (TA). TA bisa berupa perangkat yang berdiri sendiri atau dapat juga berupa board di dalam sebuah TE2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas perangkat TE1 dan TE2, koneksi berikutnya adalah perangkat network-termination tipe 1 (NT1) atau network-termination tipe 2 (NT2). Perangkat ini adalah perangkat yang menghubungkan pengkabelan pelanggan ke local loop 2 kabel. Perangkat NT2 lebih kompleks dan biasanya ditemukan di perangkat PBX dan melaksanakan tugas protokol layer 2 dan 3. Perangkat NT1 dan NT2 juga terdapat pada perangkat yang mengkombinasikan fungsi NT1 dan NT2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat ISDN dapat "memanggil" perangkat ISDN lainnya yang dihubungkan dengan jalur ISDN. Dengan cara ini pelanggan dapat menghubungkan 2 LAN pada daerah yang berjauhan dengan koneksi full digital berkecepatan hingga 128 Kbps. Dibawah ini adalah gambaran sederhana tentang koneksi dua perangkat ISDN melalui jalur ISDN milik Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam WAN port ISDN pada router ISDN. Pertama adalah S/T interface dan kedua adalah U interface. Router ISDN dengan U interface telah memiliki perangkat NT1 terintegrasi di dalamnya. Pada beberapa kasus, pelanggan di Jakarta sebaiknya menggunakan perangkat ISDN dengan NT-1 yang tidak terintegrasi di dalam perangkat. Gunakanlah perangkat ISDN dengan S/T interface, dan gunakan NT1 eksternal. Penggunaan perangkat ISDN dengan NT1 yang terintegrasi di dalamnya seringkali mengakibatkan ketidaksesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya perangkat modem dan router ISDN memiliki 2 port RJ-11 yang dapat dihubungkan ke pesawat telepon biasa (analog). Mengapa dua? Karena ISDN BRA memiliki dua kanal 64 Kbps, setiap kanal dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon atau mengirimkan data. Jadi, apabila sedang tidak digunakan untuk mengirimkan data, kedua kanal tadi masing-masingnya dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth sampai 64 Kbps maka baru satu kanal yang digunakan, kanal satunya dapat dipergunakan untuk melakukan panggilan telepon. Namun apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth lebih besar dari 64 Kbps maka kedua kanal tadi akan terpakai dan tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRO DAN KONTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan ISDN:&lt;br /&gt;· Pelanggan dapat menggunakan saluran ISDN untuk telepon dan data.&lt;br /&gt;· Kecepatan melebihi modem analog 56 Kbps, tanpa penurunan kualitas.&lt;br /&gt;· Tidak membutuhkan pengkabelan baru, dapat menggunakan kabel telepon yang&lt;br /&gt;sudah ada untuk dimigrasikan ke ISDN.&lt;br /&gt;· Koneksi full digital.&lt;br /&gt;· Instalasi yang relatif cepat oleh Telkom (apabila sudah tercakup&lt;br /&gt;dalam wilayah yang memiliki jaringan ISDN).&lt;br /&gt;· Pengguna dapat mematikan koneksinya sewaktu-waktu untuk menghemat&lt;br /&gt;biaya pulsa ISDN Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan ISDN:&lt;br /&gt;· Layanan ini tidak terdapat di semua wilayah.&lt;br /&gt;· Penggunaan ISDN yang kontinyu menjadikannya lebih mahal dari koneksi&lt;br /&gt;leased line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from HowStuffWorks, Cisco&lt;br /&gt;Sumber:http://www.link.net.id/Products/Corporate/isdn_tc.asp&lt;br /&gt;http://yugo-turner.blogspot.com/2009/12/isdn.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-7495777429178832424?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/7495777429178832424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/isdn-integrated-services-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7495777429178832424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7495777429178832424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/isdn-integrated-services-digital.html' title='ISDN'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-3910781162475440237</id><published>2009-12-14T17:33:00.006+07:00</published><updated>2009-12-14T17:43:27.824+07:00</updated><title type='text'>ATM</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Modus transfer asinkron (ATM) adalah elektronik teknologi transmisi data digital. ATM is implemented as a network protocol and was first developed in the mid 1980s. ATM diimplementasikan sebagai protokol jaringan dan pertama kali dikembangkan pada pertengahan 1980-an. The goal was to design a single networking strategy that could transport real-time video conference and audio as well as image files, text and email. Tujuannya adalah untuk merancang jaringan satu strategi yang bisa mengangkut real-time video conference dan audio, serta file gambar, teks dan email. Two groups, the International Telecommunications Union and the ATM Forum were involved in the creation of the standards. Dua kelompok, the International Telecommunication Union dan ATM Forum terlibat dalam penciptaan standar.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ATM is a packet-oriented transfer method that uses asynchronous time division multiplexing (TDM) techniques. [ 1 ] It encodes data into small fixed-sized cells ( cell relay ) and provides data link layer services that run over OSI Layer 1 physical links. ATM adalah berorientasi paket yang menggunakan metode transfer asinkron waktu division multiplexing (TDM) teknik. [1] It encode data ke dalam kecil sel-sel berukuran tetap (sel relay) dan menyediakan lapisan data-link layanan yang berjalan lebih dari OSI Layer 1 link fisik. This differs from other technologies based on packet-switched networks (such as the Internet Protocol or Ethernet ), in which variable sized packets (known as frames when referencing Layer 2) are used. Ini berbeda dari teknologi lainnya berdasarkan paket-switched network (seperti Internet Protocol atau Ethernet), di mana paket-paket berukuran variabel (yang dikenal sebagai bingkai ketika referensi Layer 2) digunakan. ATM exposes properties from both circuit switched and small packet switched networking, making it suitable for wide area data networking as well as real-time media transport. ATM mengekspos sifat dari kedua circuit switched dan packet switched jaringan kecil, sehingga cocok untuk jaringan data yang luas serta real-time media transportasi. ATM uses a connection-oriented model and establishes a virtual circuit between two endpoints before the actual data exchange begins. ATM menggunakan connection-oriented model dan mendirikan sebuah sirkuit virtual antara dua endpoint sebelum pertukaran data yang sebenarnya dimulai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ATM is a core protocol used in the SONET /SDH backbone of the public switched telephone network . ATM adalah protokol inti yang digunakan dalam SONET / SDH tulang punggung jaringan telepon diaktifkan publik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ATM telah terbukti sangat sukses dalam WAN skenario dan banyak penyedia telekomunikasi telah menerapkan ATM di wide-area network core. Many ADSL implementations also use ATM. Banyak ADSL implementasi juga menggunakan ATM. However, ATM has failed to gain wide use as a LAN technology, and lack of development has held back its full deployment as the single integrating network technology in the way that its inventors originally intended. Namun, ATM telah gagal untuk mendapatkan luas digunakan sebagai LAN teknologi, dan kurangnya pembangunan telah menahan pengerahan penuh sebagai satu-satunya mengintegrasikan teknologi jaringan dalam cara bahwa penemu awalnya ditujukan. Since there will always be both brand-new and obsolescent link-layer technologies, particularly in the LAN area, not all of them will fit neatly into the synchronous optical networking model for which ATM was designed. Karena akan selalu ada baik merek-baru dan usang link-lapisan teknologi, khususnya di daerah LAN, tidak semuanya akan cocok dengan rapi dalam jaringan optik sinkron model yang dirancang ATM. Therefore, a protocol is needed to provide a unifying layer over both ATM and non-ATM link layers, as ATM itself cannot fill that role. IP already does that; therefore, there is often no point in implementing ATM at the network layer . Oleh karena itu, sebuah protokol yang diperlukan untuk memberikan pemersatu lapisan atas kedua ATM dan non-ATM link lapisan, seperti ATM sendiri tidak bisa mengisi peran itu. IP sudah melakukan itu, karena itu, sering kali ada gunanya dalam melaksanakan ATM pada lapisan jaringan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;In addition, the need for cells to reduce jitter has declined as transport speeds increased (see below), and improvements in Voice over IP (VoIP) have made the integration of speech and data possible at the IP layer, again removing the incentive for ubiquitous deployment of ATM. Di samping itu, kebutuhan sel-sel untuk mengurangi jitter telah menurun sebagai kecepatan transportasi meningkat (lihat di bawah), dan perbaikan dalam Voice over IP (VoIP) telah membuat pidato dan integrasi data yang mungkin pada lapisan IP, sekali lagi menghilangkan insentif untuk mana-mana penyebaran ATM. Most Telcos now  plan to integrate their voice network activities into their IP networks, rather than their IP networks into the voice infrastructure. Kebanyakan Telcos sekarang  berencana untuk mengintegrasikan kegiatan jaringan suara mereka ke jaringan IP mereka, daripada mereka ke dalam jaringan IP suara infrastruktur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MPLS , a generic Layer 2 packet-switching protocol, adopted many technically sound ideas from ATM. MPLS, umum Layer 2 protokol packet switching, mengadopsi banyak ide suara teknis dari ATM. ATM remains widely deployed, and is used as a multiplexing service in DSL networks, where its compromises fit DSL's low-data-rate needs well. ATM tetap disebarkan secara luas, dan digunakan sebagai multiplexing layanan di DSL jaringan, dimana kompromi rendah cocok DSL-data-kebutuhan tingkat baik. In turn, DSL networks support IP (and IP services such as VoIP) via PPP over ATM and Ethernet over ATM ( RFC 2684 ). Pada gilirannya, dukungan jaringan DSL IP (dan layanan IP seperti VoIP) melalui PPP over ATM dan Ethernet over ATM (RFC 2684). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ATM will remain deployed for some time  in higher-speed interconnects where carriers have already committed themselves to existing ATM deployments; ATM is used here as a way of unifying PDH / SDH traffic and packet-switched traffic under a single infrastructure. ATM akan tetap digunakan untuk beberapa waktu  dalam kecepatan tinggi interkoneksi di mana operator telah berkomitmen untuk penyebaran ATM yang ada; ATM digunakan di sini sebagai cara untuk menyatukan PDH / SDH lalu lintas dan packet-switched lalu lintas di bawah satu infrastruktur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;It is often claimed that "ATM is increasingly challenged by speed and traffic shaping requirements of converged networks . In particular, the complexity of Segmentation and Reassembly (SAR) imposes a performance bottleneck, as the fastest SARs known run at 10 Gbit/s" However with ATM interfaces available at up to STM-16 (2.5Gbps - such as the Cisco SPA-1XOC48-ATM for their 7600 series routers) and even STM-64 (10Gbps for example the Cisco MGX 8950 OC-192c/STM-64) ATM can still readily challenge even 10GE interfaces for speed and typically exceed the ability of other protocols in terms of Quality of Service - especially on busy links. Hal ini sering mengklaim bahwa "ATM semakin ditantang oleh kecepatan dan persyaratan pembentukan lalu lintas jaringan berkumpul. Secara khusus, kompleksitas Segmentasi dan reassembly (SAR) membebankan bottleneck performa, seperti SARS tercepat dikenal dijalankan pada 10 Gbit / s" Namun dengan ATM interface yang tersedia sampai dengan STM-16 (2.5Gbps - seperti Cisco SPA-1XOC48-ATM untuk router seri 7.600) dan bahkan STM-64 (misalnya 10Gbps Cisco MGX 8.950 OC-192c/STM-64) ATM masih dapat dengan mudah bahkan menantang 10GE antarmuka untuk kecepatan dan biasanya melebihi kemampuan protokol lain dalam hal Quality of Service - terutama pada sibuk link. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;As far SAR issues are concerned since SAR is carried out at the edge of an ATM network this is not a core switching issue but rather a task left to the edge devices (or the applications themselves) and currently (as at 2009) it would be true to say that any single interface on a Router is struggling to exceed 10Gbps throughput and this 10Gbps limitation is not limited to merely ATM SAR but also the switching and routing capabilities of Router interfaces in general. Sejauh masalah SAR SAR prihatin karena dilakukan di tepi jaringan ATM ini bukan inti masalah switching melainkan tugas ke tepi kiri perangkat (atau aplikasi itu sendiri) dan saat ini (seperti pada 2009) itu akan benar mengatakan bahwa setiap satu antarmuka pada router berjuang melebihi throughput 10Gbps dan keterbatasan 10Gbps ini tidak terbatas hanya ATM SAR tetapi juga kemampuan switching dan routing dari interface Router pada umumnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Currently it seems likely that gigabit Ethernet implementations (10Gbit-Ethernet, Metro Ethernet ) will replace ATM as a technology of choice in new WAN implementations. Saat ini ada kemungkinan bahwa gigabit Ethernet implementasi (10Gbit-Ethernet, Metro Ethernet) akan menggantikan teknologi ATM sebagai pilihan dalam implementasi WAN baru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Interest in using native ATM for carrying live video and audio has increased recently  . Minat dalam menggunakan ATM asli untuk membawa video dan audio telah meningkat baru-baru ini  In these environments, low latency and very high quality of service are required to handle linear audio and video streams. Dalam lingkungan ini, latency rendah dan sangat tinggi kualitas layanan yang diperlukan untuk menangani linier stream audio dan video. Towards this goal standards are being developed such as AES47 ( IEC 62365 ), which provides a standard for professional uncompressed audio transport over ATM. Menuju tujuan ini sedang dikembangkan standar seperti AES47 (IEC 62.365), yang menyediakan standar profesional audio terkompresi transportasi di atas ATM. This is worth comparing with professional video over IP. Ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Asynchronous_transfer_mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-3910781162475440237?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/3910781162475440237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/modus-transfer-asinkron-atm-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3910781162475440237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3910781162475440237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/12/modus-transfer-asinkron-atm-adalah.html' title='ATM'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-865794993788208555</id><published>2009-11-16T20:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T20:47:58.203+07:00</updated><title type='text'>Frame relay</title><content type='html'>Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).[1] Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI.[2] Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Fram&lt;span class="fullpost"&gt;e Relay.&lt;br /&gt;Keuntungan Frame Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini adalah:[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.&lt;br /&gt; * Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error.&lt;br /&gt;Standarisasi Frame Relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI).[4]&lt;br /&gt;Format Frame Relay&lt;br /&gt;Struktur Frame pada Frame Relay&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Frame Relay terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:[5]&lt;br /&gt;[sunting] Flags&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SwFVhiPUuDI/AAAAAAAAACc/lJEafP8pSbc/s1600/struktur+relay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 88px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SwFVhiPUuDI/AAAAAAAAACc/lJEafP8pSbc/s320/struktur+relay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404695062436427826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan hexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Address"&gt;Address&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Switch&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Switch (halaman belum tersedia)"&gt;Switch&lt;/a&gt; Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transmisi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Transmisi (halaman belum tersedia)"&gt;transmisi&lt;/a&gt; data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Data"&gt;Data&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oktet&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Oktet (halaman belum tersedia)"&gt;oktet&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Frame_Check_Sequence"&gt;Frame Check Sequence&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Sirkuit_Virtual"&gt;Sirkuit Virtual&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 352px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:2SirkitFrameRelay.jpg" class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/90/2SirkitFrameRelay.jpg/350px-2SirkitFrameRelay.jpg" class="thumbimage" width="350" height="189" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:2SirkitFrameRelay.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; 2 jenis sirkit dalam Frame Relay: Switched Virtual Circuit dan Permanent Virtual Circuit&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Frame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Frame_relay&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-865794993788208555?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/865794993788208555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/11/frame-relay-adalah-protokol-packet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/865794993788208555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/865794993788208555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/11/frame-relay-adalah-protokol-packet.html' title='Frame relay'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SwFVhiPUuDI/AAAAAAAAACc/lJEafP8pSbc/s72-c/struktur+relay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-1111502984329196113</id><published>2009-11-11T20:55:00.003+07:00</published><updated>2011-04-11T17:44:49.437+07:00</updated><title type='text'>wifi</title><content type='html'>1.1 Kelebihan Wireless LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wireless local area network (LAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang  real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam  ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel&lt;br /&gt;    * Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.&lt;br /&gt;    * Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.&lt;br /&gt;    * Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.&lt;br /&gt;    * Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi  dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Cara Kerja Wireless LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk  menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access  wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Pendahuluan Wi-Fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-fi, singkatan dari wireless fidelity adalah teknologi yang memungkinkan bagi pengguna komputer dan peripheral sejenis yang mendukung teknologi tersebut (PDA, telefon genggam) untuk berkomunikasi dalam jaringan LAN atau mengakses internet dengan jaringan broadband yang tentunya tanpa kabel. Dengan menggunakan sebuah Wi-fi acces point atau router, maka kita bisa mengatur sebuah jaringan LAN atau internet nirkabel dalam cakupan 300 square feet (300 kaki persegi) atau sekira 100 m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Keamanan Wifi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan WLAN menggunakan media komunikasi berupa gelombang elektromagnetik yang tidak dibatasi ruang tetapi hanya dibatasi oleh daya pancar gelombang elektromagnetik tersebut. Dalam hal ini klien mempunyai kebebasan dalam menangkap isyarat data di sembarang tempat yang dapat dijangkau gelombang tersebut. Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana hanya klien yang dihubungkan dengan kabel yang dapat mengakses jaringan, pada jaringan WLAN, klien dapat mengakses jaringan hanya dengan memasang kartu WLAN. Untuk menghindari akses jaringan WLAN terhadap klien yang tidak berhak, pada jaringan WLAN perlu pengamanan tertentu. Jaringan WLAN memerlukan suatu teknik pengamanan dalam berkomunikasi. Ada tiga metode keamanan yang diterapkan dalam jaringan WLAN sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * WEP (Wired Equivalent Privacy). Metode ini dimaksudkan untuk menghentikan intersepsi isyarat gelombang elektromagnetik oleh user yang tidak berhak. Metode ini dilakukan dengan cara memberi semua klien dan access point dengan kunci enkripsi dan dekripsi yang sama. WEP didasarkan pada algoritma enkripsi RC4 dari RSA Data Systems.&lt;br /&gt;    * SSID (Service Set Identifier). Metode ini dilakukan dengan cara memberi suatu SSID yang berlaku sebagai password sederhana yang memungkinkan suatu jaringan WLAN dipisahkan dalam beberapa net­work yang berbeda. Pengenal ini diprogram dalam access point, sehingga semua klien yang akan mengakses jaringan ini harus dikonfigurasi menggunakan pengenal SSID yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Filter Alamat MAC (Media Access Control). Metode ini digunakan untuk membatasi akses pada jaringan WLAN menggunakan daftar alamat MAC pada klien. Alamat MAC ini dimasukkan dalam access point sedemikian, sehingga hanya klien yang punya alamat MAC yang terdaftar saja yang dapat mengakses jaringan WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan WLAN menggunakan standar IEEE 802.11 yang mempunyai beberapa jenis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrHtW7OkyI/AAAAAAAAAB8/gDQe3QnPiFs/s1600-h/standar-ieee-80211.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrHtW7OkyI/AAAAAAAAAB8/gDQe3QnPiFs/s320/standar-ieee-80211.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402850285046371106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;standar-ieee-802111.5 Mode Jaringan WLAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan WLAN dapat bekerja dalam dua mode yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrII4_yACI/AAAAAAAAACE/vV3Y0ygdQsQ/s1600-h/mode-jaringan-wlan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrII4_yACI/AAAAAAAAACE/vV3Y0ygdQsQ/s320/mode-jaringan-wlan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402850758048743458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mode-jaringan-wlan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode Ad-Hoc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode ad-hoc sering disebut sebagai jaringan peer to peer atau disebut juga jaringan point to point. Mode ad-hoc memungkinkan hubungan antar komputer pada jaringan WLAN tanpa melalui suatu access point. Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan point to point hanya berlangsung antara dua komputer, jaringan point to point pada jaringan WLAN dapat dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaringan point to point, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya hubungan antar komputer dalam kelompokjaringan tersebut dan tidak dapat untuk mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge. Jikajumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer lain yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai salah satu dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya, pada jaringan point to point WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode Infrastuktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan WLAN yang bekerja pada mode ad-hoc hanya dibatasi untuk hubungan antar tiga komputer. Untuk menghubungkan banyak komputer, jaringan WLAN harus dijalankan menggunakan mode infrastruktur. Untuk menyusun jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur diperlukan peralatan tambahan berupa wireless access point (WAP) atau disebut secara singkat dengan access point. Access point berlaku seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point akan menjadi pusat dari jaringan WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Access point pada jaringan WLAN dapat berupa dedicated access point dan PC access point. Yang dimaksud dedicated access point adalah access point yang dibuat oleh pabrik, sedangkan PC access point adalah komputer yang difungsikan sebagai access point setelah dilengkapi dengan perangkat lunak tertentu. Dedicated access point biasanya sudah dilengkapi dengan banyak fasilitas dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi jaringan WLAN yang terhubung pada access point tersebut. Umumnya jaringan WLAN yang disusun sekarang menggunakan dedicated access point karena peralatan ini harganya tidak terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Channel pada WiFi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Non Overlaping Channel Site&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrIxPK5Y9I/AAAAAAAAACM/my6CPDRDmkk/s1600-h/.3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrIxPK5Y9I/AAAAAAAAACM/my6CPDRDmkk/s320/.3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402851451195712466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;non-overlaping-channel-site2.    Channel overlaping di Infrastruktur WiFi 802.11b (2,4 GHz)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrJeU0mmcI/AAAAAAAAACU/fHTgrQG5_8U/s1600-h/overlaping-channel-site.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrJeU0mmcI/AAAAAAAAACU/fHTgrQG5_8U/s320/overlaping-channel-site.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402852225806932418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;overlaping-channel-site&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-1111502984329196113?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/1111502984329196113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/11/wifi_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1111502984329196113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1111502984329196113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/11/wifi_11.html' title='wifi'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SvrHtW7OkyI/AAAAAAAAAB8/gDQe3QnPiFs/s72-c/standar-ieee-80211.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-2784408481250878129</id><published>2009-10-29T20:34:00.000+07:00</published><updated>2009-10-29T20:36:16.647+07:00</updated><title type='text'>Kenali lawan bicaramu!</title><content type='html'>Memang, menjadi lawan atau teman bicara bukan sekedar bisa berbicara dan mendengarkan lawan bicara saja. Jika Anda salah menanggapi, bisa jadi lawan bicara Anda bukannya suka tapi malah sebal. Apalagi jika tanggapan Anda terkesan sok tau dan menggurui. Begitu juga jika Anda cuma mendengarkan dan mengangguk-angguk tanpa sepatah kata pun. Sikap seperti ini mengesankan Anda sama sekali bukanlah teman bicara yang mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada aturan dan kiat tersendiri agar orang lain merasa nyaman bercakap-cakap dengan Anda. Dan hal ini cukup penting loh untuk menunjang kesuksesan pergaulan Anda di lingkungan kerja. Selanjutnya, tentu saja akan mempengaruhi kesuksesan Anda dalam karir. Coba simak dulu kiatnya di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kenali gaya lawan bicara&lt;br /&gt;Mana mungkin Anda bisa menjadi teman bicara yang menyenangkan bila Anda tidak mengenal siapa yang Anda ajak bicara? Seandainya belum mengenal, tentu tidak ada salahnya bila Anda minta kenalan lebih dulu. Ingat, jangan sampai melupakan nama teman bicara Anda. Sebab, dengan disebut namanya, seseorang akan merasa lebih dihargai. Sebaliknya jika Anda lupa namanya, ia merasa bahwa Anda tidak antusias dengannya. Dia pun akan menganggap Anda tidak menghargainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sesuaikan diri dengan lawan bicara&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, tentu Anda telah berbicara dengan banyak orang dari berbagai latar belakang budaya, usia, tingkat ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Konsekuensinya, tiap pembicaraan memiliki ciri dan kepekaan tersendiri. Tentu saja Anda harus bisa membedakan saat berbicara dengan bos atau dengan office boy. Perhatikan pilihan kata yang mungkin tidak dimengerti lawan bicara. Jangan menggunakan istilah teknis atau yang terlalu ilmiah jika Anda berbicara dengan mereka yang memang tidak memahami 'bahasa susah'. Ingat, semakin banyak kata-kata Anda yang tidak dimengerti, lawan bicara semakin tidak nyaman bicara dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Beri kesempatan lawan bicara&lt;br /&gt;Selama ini banyak yang tanpa sadar mendominasi pembicaraan hingga melupakan keberadaan lawan bicara. Hingga Anda terkesan memonopoli pembicaraan. Akibatnya, teman bicara cuma dijadikan sebagai pendengar pasif. Kecenderungan ini bisa terjadi bila terlalu banyak yang hendak Anda ungkapkan. Akibatnya arah pembicaraan pun jadi tak jelas. Maka beri jeda sejenak setiap kali Anda bicara lalu berikan kesempatan lawan bicara untuk menanggapi. Interaksi semacam ini akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hindari kebiasaan memotong lawan bicara&lt;br /&gt;Jangan kebiasaan memotong pembicaraan di saat rekan Anda masih bicara. Jika Anda ingin memberi komentar, tahan diri sampai ia menyelesaikan pembicaraan atau paling tidak sampai ia memberi Anda kesempatan berbicara. Seandainya Anda tidak setuju dengan pembicaraannya, jangan langsung mengatakan ketidaksetujuan secara langsung misalnya, "Saya tidak setuju..." atau "Anda salah..." Lebih baik Anda mengatakan, "Menurut saya lebih baik jika....". Cara seperti akan membuat lawan bicara lebih menghargai Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jadilah pendengar yang baik&lt;br /&gt;Jangan cuma lawan bicara saja yang harus mendengarkan Anda bicara. Saat ia bicara pun Anda harus menjadi pendengarnya yang baik. Simak semua ucapannya dengan seksama. Sehingga Anda bisa memahami semua pembicaraannya dan tidak terjadi missunderstanding. Dengan demikian, lawan bicara pun merasa lebih dihargai oleh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tunjukkan ekspresi sewajarnya&lt;br /&gt;Jangan menunjukkan ekspresi secara berlebihan. Misalnya jika lawan bicara menceritakan hal sedih, Anda sampai menangis tersedu-sedu. Atau jika ia menceritakan tentang kemarahannya, Anda mendadak marah dengan wajah merah padam. Hal ini akan membuat lawan bicara memandang aneh pada Anda. Tunjukkan ekspresi yang wajar. Yang terpenting adalah Anda dapat memahami lawan bicara dengan menunjukkan ekspresi yang iapun tahu bahwa Anda memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jaga kontak mata&lt;br /&gt;Fokuskan tatapan Anda pada lawan bicara. Karena pandangan Anda yang berkeliaran kesana kemari saat diajak bicara menunjukkan bahwa Anda tidak antusias dengan pembicaraannya. Bisa-bisa ia akan menganggap Anda meremehkannya. Tapi bukan berarti Anda harus melototi lawan bicara terus menerus. Mengalihkan kontak mata sesekali tidak masalah, tapi jangan terlalu sering dan jangan terlalu jauh membuang pandangan. Hal ini akan membuat Anda seperti orang yang melamun saat diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dengan demikian Anda telah menguasai teknik berkomunikasi dengan baik. Anda pun telah menjadi lawan bicara yang menyenangkan. Dan menjadi lawan bicara yang menyenangkan akan mempermudah lajunya karir Anda loh. Karena bagaimana karir anda bisa berjalan mulus, jika diajak bicara oleh bos saja Anda sama sekali tidak memberikan rasa nyaman? So, mulai sekarang pelajari kiatnya, agar Anda menjadi teman bicara yang menyenangkan..!&lt;br /&gt;Posted by Yudhi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-2784408481250878129?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/2784408481250878129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/memang-menjadi-lawan-atau-teman-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/2784408481250878129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/2784408481250878129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/memang-menjadi-lawan-atau-teman-bicara.html' title='Kenali lawan bicaramu!'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-4650595892223724453</id><published>2009-10-27T19:31:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T19:53:06.266+07:00</updated><title type='text'>Jaringan wimax</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SubpEJefC4I/AAAAAAAAABM/dlFaNEL7PuY/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SubpEJefC4I/AAAAAAAAABM/dlFaNEL7PuY/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397257460922649474" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband Wireless Access (BWA) standar yang saat ini digunakan secara luas adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE). Salah satu produknya adalah standar IEEE 802.16 yangdirancang untuk digunakan  sebagai air interface for fixed broadband access system atau dikenal sebagai IEEE Wireless Metropolitan Access Network (Wireless MAN) air interface. Pada perkembangan selanjutnya standar IEEE 802.16 ini dikembangkan menjadi beberapa varian yang setiap variannya memiliki keunggulan masing-masing pada penggunaanya atau kondisi tertentu. Beberapa varian dari standar IEEE 802.16 adalah 802.16a, 802.16rev.d, dan 802.16e untuk komunikasi bergerak. Pengembangan ini dilakukan oleh forum gabungan yang beranggotakan dari seluruh dunia dan disebut WiMAX Forum.  Standar IEEE 802.16 adalah teknologi wireless yang bermaksud mengubah dengan cepat industri Broadband Wireless Access. Dengan teknologi BWA dapat memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan menggunakan jaringan kabel. Keuntungan menggunakam BWA antara lain pelayanannya lebih cepat, dapat dengan mudah diaplikasikan di area yang sulit untuk dijangkau wired infrastruktur, menurunkan biaya-biaya instalasi dan pemeliharaan, dan memiliki kemampuan fisik dari wired infrastruktur yang tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Dasar Jaringan WiMAX&lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, sistem WiMAX tidak berbeda jauh dengan WLAN. Sistem WiMAX terdiri dari Base Station (BS), Subscriber Station (SS) dan server di belakang BS seperti Network Management System (NMS) serta transport site untuk koneksi ke jaringan. Untuk Subscriber Station (SS) terletak di lingkungan pelanggan, sedangkan Base Station (BS), NMS dan transport site biasanya satu lokasi dengan jaringan operator. Bagian transport site dapat berupa koneksi dengan jaringan IP berbasis ATM atau Ethernet. Interface dari SS ke BS menggunakan OFDM / Air Interface, dari BS – Gateway dan Gateway - Internet menggunakan 10/100 Base T atau E1 dan dari Gateway – PSTN menggunakan E1. Base Station (BS) merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan internet protocol. Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 600, 900 atau 1200 tergantung dari area yang akan dilayani. Remote Stations atau CPE terdiri dari Outdor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konfigurasi generik wimax.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institute of Electrical and Electronic Engineering (IEEE) mendefinisikan teknologi WiMAX melalui standar 802.16. Standar ini dalam perkembangannya memiliki beberapa varian. Varian yang populer digunakan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 802.16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan standar WiMAX yang pertama dikeluakan oleh IEEE, secara teknis memiliki kelebihan khusus dibanding dengan produk – produk BWA yang telah ada. 802.16 dirancang untuk untuk penggunaan komunikasi tetap atau Fixed Wireless Access (FWA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 802.16a Rev D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan sebagai revisi dari 802.16 yang telah ada. Varian ini sudah mempunyai tambahan kemampuan antenna diversity dan sub-channelization, bekerja pada frekuensi yang lebih rendah yaitu 2-11 GHZ, menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), mampu untuk kondisi Non Line Of Sight (NLOS). Standar ini juga dirancang untuk penggunaan komunikasi tetap / FWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 802.21e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan Orthogonal Frequency Division Multi Access (OFDMA) yang memungkinkan akses lebih dari satu pengguna pada waktu yang sama. Standar 802.16e ini digunakan untuk komunikasi bergerak sehingga disebut juga Mobile WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SubpmAES9KI/AAAAAAAAABU/QyacjSKJ6uE/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SubpmAES9KI/AAAAAAAAABU/QyacjSKJ6uE/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397258042512438434" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;perbandingan standar wimax.jpg&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX merupakan teknologi wireless yang memiliki banyak kelebihan, terutama pada sisi kapasitasnya. Karena kelebihan tersebut, maka teknologi ini dapat diaplikasikan pada banyak aplikasi, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aplikasi Backhaul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aplikasi backhaul, WiMAX dapat dimanfaatkan untuk Backhaul WiMAX itu sendiri, Backhaul Hotspot dan Backhaul teknologi lain, misalnya teknologi seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Backhaul WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX, fungsi utamanya sebagai repeater. Tujuan aplikasi ini adalah untuk memperluas jangkauan WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subp2M-8wjI/AAAAAAAAABc/HkTKGBFSabE/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 434px; height: 201px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subp2M-8wjI/AAAAAAAAABc/HkTKGBFSabE/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397258320857580082" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;aplikasi wimax sebagai backhaul wimax.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Backhaul Hotspot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX juga bisa dimanfaatkan sebagai bakhaul hotspot untuk teknologi WiFi. Konfigurasinya dapat dilihat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subra9VB91I/AAAAAAAAABk/_5HJ8xupMWU/s1600-h/.4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subra9VB91I/AAAAAAAAABk/_5HJ8xupMWU/s320/.4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397260051822016338" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;wimax sebagai backhaul hotspot.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Backhaul Teknologi Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler. Gambar berikut menggambarkan WiMAX untuk menghubungkan MSC/BSC ke BTS seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subrq0De9RI/AAAAAAAAABs/wXTa9g_QYv4/s1600-h/.5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subrq0De9RI/AAAAAAAAABs/wXTa9g_QYv4/s320/.5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397260324210406674" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;wimax sebagai backhaul seluler.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Penyedia Akses Broadband Untuk akses broadband WiMAX dapat digunakan sebagai ”Last Mile” teknologi untuk melayani kebutuhan broadband bagi pelanggan. Dari pelanggan perumahan maupun bisnis dapat dipenuhi oleh teknologi WiMAX ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subr5dlrsjI/AAAAAAAAAB0/xaUtrG2hgNE/s1600-h/.6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Subr5dlrsjI/AAAAAAAAAB0/xaUtrG2hgNE/s320/.6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397260575877870130" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;aplikasi wimax untuk akses broadband.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Personal Broadband&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX sebagai penyedia layanan personal broadband, dapat dibedakan menjadi 2 pangsa pasar yaitu yang bersifat nomadic dan mobile. Gambaran detailnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Nomadic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk solusi nomadic, maka user WiMAX tidak berpindah-pindah dan bila melakukan perpindahan dalam kecepatan yang rendah dan jarak yang tidak jauh. Perangkat yang digunakan biasanya tidak sesimpel untuk aplikasi mobile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wimax untuk aplikasi personal broadband nomadic.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Mobile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aplikasi mobile, maka user WiMAX layaknya menggunakan terminal WiFi seperti notebook, PDA, atau smartphone. Perpindahan atau tingkat mobilitasnya biasanya pada kecepatan tinggi dan jarak yang jauh. Gambar berikut mengilustrasikan WiMAX untuk aplikasi mobile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wimax untuk aplikasi personal broadband mobile.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS EFEK IEEE 802.21 TERHADAP PERFORMANSI KOMUNIKASI MULTIMEDIA PADA JARINGAN WIMAX DAN WLAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(IEEE 802.21 EFFECT ANALYSIS TOWARD MULTIMEDIA COMMUNICATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ON WIMAX AND WLAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IT TELKOM&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-4650595892223724453?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/4650595892223724453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/jaringan-wimax.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/4650595892223724453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/4650595892223724453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/jaringan-wimax.html' title='Jaringan wimax'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SubpEJefC4I/AAAAAAAAABM/dlFaNEL7PuY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-7805552099283474070</id><published>2009-10-11T15:41:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T15:54:11.084+07:00</updated><title type='text'>Membuat router dengan linuk</title><content type='html'>Berikut adalah skema jaringan yang akan dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;|eth0&lt;br /&gt;|&lt;br /&gt;|——-|&lt;br /&gt;| serv |&lt;br /&gt;|—|—|&lt;br /&gt;|&lt;br /&gt;|eth1&lt;br /&gt;|&lt;br /&gt;|&lt;br /&gt;|——————–hub———————-|&lt;br /&gt;| | |&lt;br /&gt;| | |&lt;br /&gt;| | |&lt;br /&gt;|———| |———| |———|&lt;br /&gt;|Client 01| |Client 02| |Client 03|&lt;br /&gt;|———| |———| |———|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet&lt;br /&gt;Sebelum Mensetting :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[satu]=&lt;br /&gt;Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya misalnya :&lt;br /&gt;IP: 202.169.227.45&lt;br /&gt;GATEWAY : 202.169.227.1&lt;br /&gt;Nemast: 255.255.255.192&lt;br /&gt;broadcast : 202.169.227.63&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[dua]=&lt;br /&gt;Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[tiga]=&lt;br /&gt;Setting IP serv :&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NETWORKING=yes&lt;br /&gt;HOSTNAME=serv.domain.com&lt;br /&gt;GATEWAY=202.169.227.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[empat]=&lt;br /&gt;Menconfigurasi IP eth0(default)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEVICE=eth0&lt;br /&gt;BOOTPROTO=static&lt;br /&gt;IPADDR=202.169.227.45&lt;br /&gt;BROADCAST=202.169.227.63&lt;br /&gt;NETMASK=255.255.255.192&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;USERCTL=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[lima]=&lt;br /&gt;Setting dns resolve&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nameserver 202.168.244.3&lt;br /&gt;nameserver 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[enam]=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konfigurasi IP eth1&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEVICE=eth1&lt;br /&gt;BOOTPROTO=static&lt;br /&gt;IPADDR=192.168.0.1&lt;br /&gt;BROADCAST=192.168.0.255&lt;br /&gt;NETMASK=255.255.255.0&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;USERCTL=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[tujuh]=&lt;br /&gt;Setting ip_forwarding dan masquerading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/rc.d/rc.local&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;echo “1″ &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward&lt;br /&gt;/sbin/iptables -t nat -A POSROUTING -s 192.168.0.0/24 [eth0 -j MASQUERADE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[delapan]=&lt;br /&gt;restart network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ service network restart&lt;br /&gt;Shutting down interface eth0: [ OK ]&lt;br /&gt;Shutting down interface eth1: [ OK ]&lt;br /&gt;Shutting down loopback interface: [ OK ]&lt;br /&gt;Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]&lt;br /&gt;Setting network parameters: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up loopback interface: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up interface eth0: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up interface eth1: [ OK ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[sembilan]=&lt;br /&gt;testing dengan ping ke default gateway 202.169.227.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ ping 202.169.227.1&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=1 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=2 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=3 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=4 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=5 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=6 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=7 time=15.4 ms&lt;br /&gt;—– 202.169.227.1 ping statistic —–&lt;br /&gt;6 packets transmites, 6 received, 0% packet loss, time 3049ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[sepuluh]=&lt;br /&gt;Testing dengan cara ping ip eth1&lt;br /&gt;[root@serv root]$ ping 192.168.0.1&lt;br /&gt;PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— 192.168.0.1 ping statistics —&lt;br /&gt;4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms&lt;br /&gt;rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[sebelas]&lt;br /&gt;Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Client01&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;NAMESERVER: 192.168.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Client02&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.3&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;NAMESERVER: 192.168.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP&lt;br /&gt;untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=[duabelas]=&lt;br /&gt;setelah di setting ip client, maka&lt;br /&gt;- ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan router nya sudah tersambung.&lt;br /&gt;- ping ke 202.169.227.45 dari client, kalau berhasil maka fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc/local telah bekerja dengan baik&lt;br /&gt;namun jika tidak bisa maka Anda harus menjalankan fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc.local dengan cara :&lt;br /&gt;.- anda bekerja menggunakan router yang anda buat tadi.&lt;br /&gt;.- masuk ke account root&lt;br /&gt;.- jalankan perintah berikut ini, tiap akhir perintah akhiri dengan menekan enter :&lt;br /&gt;[root@serv root]# service network restart&lt;br /&gt;[root@serv root]# /etc/rc.d/rc.local&lt;br /&gt;jika sudah, coba ping ping ke 202.169.227.45 dari client&lt;br /&gt;- selanjutnya ping ke default gateway 202.169.227.1 dari client&lt;br /&gt;- ping ke 202.168.244.3 dari client&lt;br /&gt;- ping ke 202.168.244.4 dari client&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau semua berhasil maka silakan traktir teman-teman ada untuk makan bersama, karena anda telah selesai membuat router.namun sebelum anda makan-makan, restart router anda apakah bisa bekerja dengan baik atau tidak… sebagai ukuran bekerja&lt;br /&gt;baik tidaknya, setelah Anda restart router tersebut kemudian kalau telah hidup dengan sempurne ping ke 202.168.244.3, kalau mendapatkan jawaban “64 bytes from 202.168.244.3 : icmp_seq=1 time=15.4 ms” silakan ajak teman makan-makan tp kalau jawabannya “request time out” maka silakan anda makan dengan cepat dan kembali bekerja dengan mengecek file /etc/rc.d/rc.local dan IP address dari router…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian semoga goresan ini bermanfaat.. dan jangan takut mencoba….&lt;br /&gt;sukses buat semua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-7805552099283474070?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/7805552099283474070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/membuat-router-dengan-linuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7805552099283474070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7805552099283474070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/membuat-router-dengan-linuk.html' title='Membuat router dengan linuk'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-5805916328300508152</id><published>2009-10-04T13:05:00.000+07:00</published><updated>2009-10-05T16:28:17.621+07:00</updated><title type='text'>Jaringan Komputer</title><content type='html'>Wireshark merupakan software untuk melakukan analisa lalu-lintas jaringan&lt;br /&gt;komputer, yang memiliki fungsi-fungsi yang amat berguna bagi&lt;br /&gt;profesional jaringan, administrator jaringan, peneliti, hingga&lt;br /&gt;pengembang piranti lunak jaringan. Wireshark dapat membaca data&lt;br /&gt;secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP),&lt;br /&gt;802.11 wireless LAN , dan koneksi ATM.Program ini juga sering digunakan oleh chatters untuk mengetahui ip victimnya maupun para chatter lainnya lewat typingan room.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekalian taro link ahh wat download softwarenya ^___^&lt;br /&gt;Wireshark&lt;br /&gt;Posted on Senin, Agustus 25, 2008&lt;br /&gt;Labels: Download&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wireshark | 17.8 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Capture WIreshark&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pastikan kita terhubung dengan jaringan network di lingkungan kita, seperti LAN atau WLAN dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kita jalankan program WireShark&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Setelah kita masuk di Wireshark kita pilih button&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kemudian akan muncul window dimana kita bias memilih interface yang akan kita analisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Klik tombol start&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kemudian wireshark akan mulai bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Kita buka browser ex. Mozzila, dan kita coba membuka website seperti www.google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Maka wireshark akan menampilkan data-data yang keluar-masuk pada interface sehingga kita dapat menganalisa data-data tesebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TCP/UDP header&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* TCP header&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.fatpipe.org/~mjb/Drawings/TCP-Header.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* UDP header&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.fatpipe.org/~mjb/Drawings/UDP-Header.png&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. flow control dan congestion control&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Flow control adalah suatu teknik untuk menjamin bahwa sebuah stasiun pengirim tidak membanjiri stasiun penerima dengan data. Stasiun penerima secara khas akan menyediakan suatu buffer data dengan panjang tertentu. Ketika data diterima, dia harus mengerjakan beberapa poses sebelum dia dapat membersihkan buffer dan mempersiapkan penerimaan data berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk sederhana dari kontrol aliran dikenal sebagai stop and wait, dia bekerja sebagai berikut. Penerima mengindikasikan bahwa dia siap untuk menerima data dengan mengirim sebual poll atau menjawab dengan select. Pengirim kemudian mengirimkan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flow control ini diatur/dikelola oleh Data Link Control (DLC) atau biasa disebut sebagai Line Protocol sehingga pengiriman maupun penerimaan ribuan message dapat terjadi dalam kurun waktu sesingkat mungkin. DLC harus memindahkan data dalam lalu lintas yang efisien. Jalur komunikasi harus digunakan sedatar mungkin, sehingga tidak ada stasiun yang berada dalam kadaan idle sementara stasiun yang lain saturasi dengan lalu lintas yang berkelebihan. Jadi flow control merupakan bagian yang sangat kritis dari suatu jaringan. Berikut ini ditampilkan time diagram Flow control saat komunikasi terjadi pada kondisi tanpa error dan ada error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* congestion control merupakan pengaturan paket-paket data yang terdistribusi dalam jaringan agar tidak terjadi kepadatan (congestion). Alasan terjadinya congestion antara lain: komputer berkecepatan tinggi mengirimkan data lebih cepat dari pada jaringannya, apabila beberapa komputer mengirimkan data ke tujuan yang sama secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. three way handshake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pada 3 way handshake secara ringkas dapat dituliskan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. “initial request” yaitu permintaan unutk mengirim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. reply (jawaban) dari host yang dituju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. acknowledge (pengenalan) merupakan jawaban kembali atas reply sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan dari 3 babak diatas adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TCP client memulai three-way handshake dengan mengirim segmen dengan sinyal SYN (Synchronize Sequence Number), yang mengindikasikan nilai awal dari nomor sekuensial yang ada pada header. Nilai awal ini dikenal dengan Initial Sequence Number (ISN), digunakan untuk memulai mengirim aliran data dari klien ke server untuk sesi ini.. Nilai ISN pada header dari tiap segmen akan dinaikkan satu setiap data yang dikirim dari client ke server ketika percakapan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TCP server perlu untuk mengacknowledge SYN segmen yang diterima dari klien untuk membangun sesi dari klien ke server. Maka, server mengirim segmen balik ke klien dengan ACK flag. Klien akan mengenali bahwa server menerima sinyal SYN dari TCP klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, klien TCP merespon dengan segmen yang berisi ACK yang digunakan untuk merespon TCP SYN yang dikirim oleh server. Ketika kedua sesi telah terbentuk antara klien dan server, semua tambahan segmen yang bertukar pada komunikasi ini akan memiliki ACK flag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acknowledgment with windowing pada TCP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Header segmen sequence number dan acknowledgement number digunakan secara bersama untuk mengkonfirmasi byte yang terkandung dalam segmen. Sequence number mengindikasikan jumlah relative dari byte yang telah ditransmisi pada sesi ini termasuk byte yang terkandung dalam segmen. TCP menggunakan acknowledgement number di segments yang dikirm balik ke sumber untuk mengindikasikan byte berikutnya pada sesi ini yang penerima akan mendapatkannya. Ini disebut expectational acknowledgement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selama sesi tersebut dilakukan, ada pembatasan pengiriman jumlah byte dengan windowing (window size). Window size sendiri adalah banyaknya data yang dapat ditransmisikan oleh pengirim sebelum menerima sinyal acknowledgement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. netstat command&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netstat (NETwork STATistics) adalah suatu tool berbasis command line yang digunakan untuk mengetahui konfigurasi suatu jaringan dan aktivitas yang sedang terjadi di jaringan tersebut, serta statistiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi dari netstat bermacam-macam, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk menampilkan routing table&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk menampilkan statistik interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk menampilkan informasi tambahan interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk menamplikan soket network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Untuk menampilkan semua soket yg open&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk menampilkan semua soket yg listen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Untuk menampilkan kesimpulan statistik dari tiap protocol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netstat command mendisplay informasi mengenai trafik pada jaringan interfaces, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Alamat dari blok protocol kendali yang tergabung dengan soket dan status dari semua soket.&lt;br /&gt;    * Banyaknya paket yang diterima, ditransmisi, dan di-drop pada suatu subsistem telekomunikasi.&lt;br /&gt;    * Statistik kumulatis tiap interface.&lt;br /&gt;    * Route dan status-statusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi dibawah ini mwrupakan tambahan untuk mengetahui syntax dan optional yang terdapat pada netstat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menampilkan routing table :&lt;br /&gt;#netstat -rn&lt;br /&gt;-&gt; -r : Kernel routing table&lt;br /&gt;-&gt; -n : Menampilkan alamat numerik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menampilkan statistik interface :&lt;br /&gt;#netstat -i&lt;br /&gt;-&gt; -i : Interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menampilkan informasi tambahan interface :&lt;br /&gt;#netstat -ie&lt;br /&gt;-&gt; -i : Interface&lt;br /&gt;-&gt; -e : Extended information&lt;br /&gt;command ini sama dengan perintah “ifconfig -a”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menamplikan soket network :&lt;br /&gt;#netstat -uta&lt;br /&gt;-&gt; -u : UDP&lt;br /&gt;-&gt; -t : TCP&lt;br /&gt;-&gt; -a : ALL&lt;br /&gt;Kemungkinan yg muncul dari status soket adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;ESTABLISHED : Koneksi terjalin&lt;br /&gt;SYN_SENT : Soket berusaha untuk menjalin koneksi&lt;br /&gt;SYN_RECV : Request koneksi sudah diterima dari network&lt;br /&gt;FIN_WAIT1 : Soket close, dan koneksi shutdown&lt;br /&gt;FIN_WAIT2 : Soket close, dan soket menunggu sisi remote shutdown&lt;br /&gt;TIME_WAIT : Soket menunggu setelah close utk menangani paket yg masih di network&lt;br /&gt;CLOSED : Soket tidak digunakan&lt;br /&gt;CLOSE_WAIT : Sisi remote sudah shutdown, menunggu soket close.&lt;br /&gt;LAST_ACK : Sisi remote sudah shutdown, dan soket sudah close, menunggu ack.&lt;br /&gt;LISTEN : Soket sedang menerima koneksi&lt;br /&gt;CLOSING : 2 sisi soket shutwodn&lt;br /&gt;UNKNOWN : Meneketehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menampilkan semua soket yg open (info tambahan) :&lt;br /&gt;#netstat -aute&lt;br /&gt;-&gt; -a : ALL&lt;br /&gt;-&gt; -u : UDP&lt;br /&gt;-&gt; -t : TCP&lt;br /&gt;-&gt; -e : Extended&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Untuk menampilkan semua soket yg listen&lt;br /&gt;# netstat -lt&lt;br /&gt;-&gt; -t : TCP&lt;br /&gt;-&gt; -l : Status soket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUntuk menampilkan kesimpulan statistik dari tiap protokol&lt;br /&gt;#netstat -s&lt;br /&gt;-&gt; -s : Summary statistik dari tiap protokol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. connection dan connectionless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Connectionless ialah suatu jenis komunikasi antar unit dalam jaringan yang transmisinya dilakukan tanpa pembentukan hubungan terlebih dahulu. Paket dikirmkan ke penerima tanpa memberi tahu penerima dahulu. Metode yang seperti ini memungkinkan paket yang diterima pada sisi penerima tidak dalam urutan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Connection-oriented membangun koneksi terlebih dahulu ke penerima sebelum data dikirimkan. Hal ini digunakan untuk komunikasi voice seperti telepon, yang mengharuskan koneksi tetap tersambung meskipun pembicaraan tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. encapsulation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enkapsulasi adalah sebuah proses menambahkan header dan trailer atau melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut akan dijelaskan bagaimana jalannya data dari host A menuju host B:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertama-tama data dibuat oleh Host A. Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambahkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga terjadi enkapsulasi sempurna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali ke layer 1/ phisycal layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali ke layer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (berlawanan dengan proses no 1 ). Setalah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Proses-proses TCP dan UDP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* TCP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran data) —-&gt; tranfer file antar PC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple Mail Transfer Protocol/SMTP yang digunakan untuk mengirim e-mail —-&gt; email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypertext Transfer Protocol/HTTP yang digunakan untuk World Wide Web —-&gt; HTTP://www.blablabla.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunakan protokol TCP karena memerlukan receive yang reliable, sesuai urutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*UDP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;multimedia streaming, yang sangat memberikan toleransi kehilangan segment cukup baik dan yang sangat tidak sensitive terhadap kerusakan atau kehilangan segment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh protokol aplikasi yang menggunakan UDP :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•DNS (Domain Name System) 53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•SNMP, (Simple Network Management Protocol) 161, 162&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•TFTP (Trivial File Transfer Protocol) 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•SunRPC port 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Port TCP dan UDP&lt;br /&gt;Nomor port TCP  Keterangan&lt;br /&gt;20  File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran data)&lt;br /&gt;21  File Transfer Protocol/FTP (digunakan untuk saluran kontrol)&lt;br /&gt;25  Simple Mail Transfer Protocol/SMTP yang digunakan untuk mengirim e-mail&lt;br /&gt;23  Telnet&lt;br /&gt;80  Hypertext Transfer Protocol/HTTP yang digunakan untuk World Wide Web.&lt;br /&gt;110  Post Office Protocol 3/POP3 yang digunakan untuk menerima e-mail.&lt;br /&gt;139  NetBIOS over TCP session service&lt;br /&gt;Nomor Port UDP  Digunakan oleh&lt;br /&gt;53  Domain Name System (DNS) Name Query&lt;br /&gt;67  BOOTP client (Dynamic Host Configuration Protocol [DHCP])&lt;br /&gt;68  BOOTP server (DHCP)&lt;br /&gt;69  Trivial File Transfer Protocol (TFTP)&lt;br /&gt;137  NetBIOS Name Service&lt;br /&gt;138  NetBIOS Datagram Service&lt;br /&gt;161  Simple Network Management Protocol (SNMP)&lt;br /&gt;445  Server Message Block (SMB)&lt;br /&gt;520  Routing Information Protocol (RIP)&lt;br /&gt;1812/1813  Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rquest time out dan destination unreachable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Request Time Out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Requst Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari klien setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi) antara lain karena:&lt;br /&gt;RTO (request time out) penyebabnya bermacam2:&lt;br /&gt;1. Utilisasi/pemakaian bandwidth sudah penuh. solusi harus upgrade kecepatan.&lt;br /&gt;2. Kualitas akses jaringan (wireless/wireline) kurang bagus.&lt;br /&gt;3. website yang dituju memiliki delay yang tinggi, sehingga ping timeout.&lt;br /&gt;4.Koneksi ke IP tersebut putus, atau&lt;br /&gt;5. Port di komputer tersebut ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. destination unreachable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Destination Unreacable terjadi jika host, jaringan port atau protocol tertentu tidak dapat dijangkau. Akan saya ambil salah satu contoh dari protocol tertenru yang tidak dapat dijangkau. Apabila suatu jaringan menggunakan RIP maka max hop yang dapat ditanganinya adalah 15, apabila melebihi dari itu maka host source akan memberikan pesan error destination unreachable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Periksa, peralatan apa yang hendak diakses, apakah compatible&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah softwarenya sudah di-install&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila eksternal, setting lokalnya apa sudah benar (ID)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah yang dituju sudah siap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apakah hubungannya sudah benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah peripheral komunikasi kompatible (speed, ID, metode)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-5805916328300508152?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/5805916328300508152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/httpwww.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5805916328300508152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5805916328300508152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/10/httpwww.html' title='Jaringan Komputer'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-5456395964077123296</id><published>2009-05-21T16:26:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T16:29:06.250+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Hari itu  q bangun sangat ter gesa-gesa karna belum ngosok,gigi,baju,....He yang lain tak di  gosok-gosok.&lt;br /&gt;Mandi habis mandi q tolong ibu.Eh kay lagu aja.Perjalananku menuju cilacap q mulai,q duduk disamping pak kusir yang sedang bekerja,&lt;br /&gt;Naik speda motor yang udud-udud bunyinya,Pake helm "dong" Aku nga mau ketilang lagi.&lt;br /&gt;Wah dalam perjalanan q kedinginan maklumlah bukan kulit badak.Hanya kulit manusia kurus.&lt;br /&gt;Eh sampe juga 25 menit perjalanan.&lt;br /&gt;Walau aku dah ngebut ngebut ak juga masih terlanbat.&lt;br /&gt;Brifing dah dimulai q langsung aja ngikutin.Selesai brifing INilah awal yang menyenangkan and membosankan.&lt;br /&gt;Perjalanan menuju hotel harus ak lalui lewat jalur tikus Abis  Ada anak yang alergi pake "helm" sih.&lt;br /&gt;Sampai di hotel.Belum ku kasih tau kita ber8 loh!!!!.Giliran pembagian kamar Disinilah q BAHAGIA.karena,q menempati kamar hanya ber2 yang lainya ber3.&lt;br /&gt;Tepat pukul 14.00.Acara dimulai  MAKALAH &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KURANG LEBIH SEPERTI INI MAKALAHNYA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. MASA REMAJA &lt;br /&gt;Masa  remaja  merupakan  masa  dimana  seorang  individu  mengalami &lt;br /&gt;peralihan  dari  satu  tahap  ke  tahap  berikutnya  dan  mengalami  perubahan  baik &lt;br /&gt;emosi,  tubuh,  minat,  pola  perilaku,  dan  juga  penuh  dengan  masalah-masalah &lt;br /&gt;(Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah &lt;br /&gt;psikososial,  yakni  masalah  psikis  atau  kejiwaan  yang  timbul  sebagai  akibat &lt;br /&gt;terjadinya perubahan sosial (TP-KJM, 2002).  &lt;br /&gt;Masa  remaja merupakan  sebuah periode dalam kehidupan manusia yang &lt;br /&gt;batasannya usia maupun peranannya  seringkali  tidak  terlalu  jelas. Pubertas yang &lt;br /&gt;dahulu dianggap sebagai  tanda awal keremajaan  ternyata  tidak  lagi valid sebagai &lt;br /&gt;patokan  atau  batasan  untuk  pengkategorian  remaja  sebab  usia  pubertas  yang &lt;br /&gt;dahulu  terjadi  pada  akhir  usia  belasan  (15-18)  kini  terjadi  pada  awal  belasan &lt;br /&gt;bahkan  sebelum  usia  11  tahun.   Seorang  anak  berusia  10  tahun  mungkin  saja &lt;br /&gt;sudah  (atau  sedang)  mengalami  pubertas  namun  tidak  berarti  ia  sudah  bisa &lt;br /&gt;dikatakan  sebagai  remaja  dan  sudah  siap  menghadapi  dunia  orang  dewasa.  Ia &lt;br /&gt;belum  siap menghadapi  dunia  nyata  orang  dewasa, meski  di  saat  yang  sama  ia &lt;br /&gt;juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan &lt;br /&gt;jelas  dapat  diukur,  remaja  hampir  tidak  memiliki  pola  perkembangan  yang &lt;br /&gt;pasti. Dalam  perkembangannya  seringkali  mereka  menjadi  bingung  karena &lt;br /&gt;kadang-kadang  diperlakukan  sebagai  anak-anak  tetapi  di  lain  waktu  mereka &lt;br /&gt;dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. &lt;br /&gt;Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, &lt;br /&gt;namun  seringkali  perubahan  itu  hanya  merupakan  suatu  tanda-tanda  fisik  dan &lt;br /&gt;bukan  sebagai  pengesahan  akan  keremajaan  seseorang.   Namun  satu  hal  yang &lt;br /&gt;pasti,  konflik  yang  dihadapi  oleh  remaja  semakin  kompleks  seiring  dengan &lt;br /&gt;perubahan  pada  berbagai  dimensi  kehidupan  dalam  diri  mereka.  Untuk  dapat memahami  remaja,  maka  perlu  dilihat  berdasarkan  perubahan  pada  dimensi-&lt;br /&gt;dimensi tersebut &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimensi Biologis &lt;br /&gt;Pada  saat  seorang  anak  memasuki  masa  pubertas  yang  ditandai  dengan &lt;br /&gt;menstruasi  pertama  pada  remaja  putri  atau  pun  perubahan  suara  pada  remaja &lt;br /&gt;putra,  secara  biologis  dia  mengalami  perubahan  yang  sangat  besar.   Pubertas &lt;br /&gt;menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. &lt;br /&gt;Pada masa pubertas, hormon  seseorang menjadi  aktif  dalam memproduksi &lt;br /&gt;dua  jenis  hormon  (gonadotrophins  atau  gonadotrophic  hormones)  yang &lt;br /&gt;berhubungan  dengan  pertumbuhan,  yaitu: 1)  Follicle-Stimulating  Hormone &lt;br /&gt;(FSH); dan 2). Luteinizing Hormone (LH).  Pada anak perempuan, kedua hormon &lt;br /&gt;tersebut merangsang pertumbuhan  estrogen dan progesterone: dua  jenis hormon &lt;br /&gt;kewanitaan.   Pada  anak  lelaki,  Luteinizing  Hormone  yang  juga  dinamakan &lt;br /&gt;Interstitial-Cell  Stimulating  Hormone  (ICSH)  merangsang  pertumbuhan &lt;br /&gt;testosterone.   &lt;br /&gt; Pertumbuhan  secara  cepat  dari  hormon-hormon  tersebut  di  atas merubah &lt;br /&gt;sistem  biologis  seorang  anak.  Anak  perempuan  akan  mendapat  menstruasi, &lt;br /&gt;sebagai pertanda bahwa  sistem  reproduksinya  sudah  aktif. Selain  itu  terjadi  juga &lt;br /&gt;perubahan  fisik  seperti  payudara  mulai  berkembang,  dll.   Anak  lelaki  mulai &lt;br /&gt;memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan &lt;br /&gt;dengan  tumbuhnya  hormon  testosterone.    Bentuk  fisik  mereka  akan  berubah &lt;br /&gt;secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dimensi Kognitif &lt;br /&gt;Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli &lt;br /&gt;perkembangan  kognitif)  merupakan  periode  terakhir  dan  tertinggi  dalam  tahap &lt;br /&gt;pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).   &lt;br /&gt; Pada  periode  ini,  idealnya  para  remaja  sudah memiliki  pola  pikir  sendiri &lt;br /&gt;dalam  usaha  memecahkan  masalah-masalah  yang  kompleks  dan  abstrak.  &lt;br /&gt;Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka &lt;br /&gt;dengan  mudah  dapat  membayangkan  banyak  alternatif  pemecahan  masalah beserta  kemungkinan  akibat  atau  hasilnya.   Kapasitas  berpikir  secara  logis  dan &lt;br /&gt;abstrak  mereka  berkembang  sehingga  mereka  mampu  berpikir  multi-dimensi &lt;br /&gt;seperti  ilmuwan.   Para  remaja  tidak  lagi menerima  informasi  apa  adanya,  tetapi &lt;br /&gt;mereka  akan  memproses  informasi  itu  serta  mengadaptasikannya  dengan &lt;br /&gt;pemikiran  mereka  sendiri.  Mereka  juga  mampu  mengintegrasikan  pengalaman &lt;br /&gt;masa  lalu dan  sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan &lt;br /&gt;rencana  untuk  masa  depan.  Dengan  kemampuan  operasional  formal  ini,  para &lt;br /&gt;remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka.   &lt;br /&gt;Pada kenyataan, di negara-negara berkembang  (termasuk  Indonesia) masih &lt;br /&gt;sangat  banyak  remaja  (bahkan  orang  dewasa)  yang  belum  mampu  sepenuhnya &lt;br /&gt;mencapai  tahap  perkembangan  kognitif  operasional  formal  ini. Sebagian  masih &lt;br /&gt;tertinggal  pada  tahap  perkembangan  sebelumnya,  yaitu  operasional  konkrit, &lt;br /&gt;dimana  pola  pikir  yang  digunakan  masih  sangat  sederhana  dan  belum mampu &lt;br /&gt;melihat  masalah  dari  berbagai  dimensi.  Hal  ini  bisa  saja  diakibatkan  sistem &lt;br /&gt;pendidikan  di  Indonesia  yang  tidak  banyak  menggunakan  metode  belajar-&lt;br /&gt;mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara &lt;br /&gt;berpikir  anak.  penyebab  lainnya  bisa  juga  diakibatkan  oleh  pola  asuh  orangtua &lt;br /&gt;yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak, sehingga anak &lt;br /&gt;tidak memiliki  keleluasan  dalam memenuhi  tugas  perkembangan  sesuai  dengan &lt;br /&gt;usia  dan mentalnya.  Semestinya,  seorang  remaja  sudah  harus mampu mencapai &lt;br /&gt;tahap  pemikiran  abstrak  supaya  saat  mereka   lulus  sekolah  menengah,  sudah &lt;br /&gt;terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi &lt;br /&gt;terbaik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimensi Moral &lt;br /&gt;Masa  remaja  adalah  periode  dimana  seseorang  mulai  bertanya-tanya &lt;br /&gt;mengenai berbagai fenomena yang  terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar &lt;br /&gt;bagi  pembentukan  nilai  diri mereka.    Elliot  Turiel  (1978) menyatakan  bahwa &lt;br /&gt;para  remaja  mulai  membuat  penilaian  tersendiri  dalam  menghadapi  masalah-&lt;br /&gt;masalah  populer  yang  berkenaan  dengan  lingkungan mereka, misalnya:  politik, &lt;br /&gt;kemanusiaan,  perang,  keadaan  sosial,  dsb.   Remaja  tidak  lagi  menerima  hasil &lt;br /&gt;pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini  tanpa  bantahan.   Remaja mulai mempertanyakan  keabsahan  pemikiran  yang &lt;br /&gt;ada  dan mempertimbangan  lebih  banyak  alternatif  lainnya. Secara  kritis,  remaja &lt;br /&gt;akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan &lt;br /&gt;hal-hal  yang  selama  ini  diajarkan  dan  ditanamkan  kepadanya.   Sebagian  besar &lt;br /&gt;para  remaja mulai melihat  adanya  “kenyataan”  lain di  luar dari yang  selama  ini &lt;br /&gt;diketahui  dan  dipercayainya.   Ia  akan  melihat  bahwa  ada  banyak  aspek  dalam &lt;br /&gt;melihat  hidup  dan  beragam  jenis  pemikiran  yang  lain.   Baginya  dunia menjadi &lt;br /&gt;lebih luas dan seringkali membingungkan, terutama jika ia terbiasa dididik dalam &lt;br /&gt;suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. &lt;br /&gt;Kemampuan berpikir dalam dimensi moral  (moral  reasoning) pada  remaja &lt;br /&gt;berkembang  karena  mereka  mulai  melihat  adanya  kejanggalan  dan &lt;br /&gt;ketidakseimbangan  antara  yang mereka  percayai dahulu  dengan  kenyataan  yang &lt;br /&gt;ada di sekitarnya.  Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi &lt;br /&gt;pola  pikir  dengan  “kenyataan”  yang  baru.    Perubahan  inilah  yang  seringkali &lt;br /&gt;mendasari  sikap  "pemberontakan"  remaja  terhadap  peraturan  atau  otoritas  yang &lt;br /&gt;selama  ini  diterima  bulat-bulat.  Misalnya,  jika  sejak  kecil  pada  seorang  anak &lt;br /&gt;diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik.    &lt;br /&gt;Pada masa  remaja  ia  akan mempertanyakan mengapa  dunia  sekelilingnya &lt;br /&gt;membiarkan korupsi  itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi  itu dinilai &lt;br /&gt;baik dalam  suatu kondisi  tertentu.  Hal  ini  tentu  saja  akan menimbulkan konflik &lt;br /&gt;nilai  bagi  sang  remaja.  Konflik  nilai  dalam  diri  remaja  ini  lambat  laun  akan &lt;br /&gt;menjadi  sebuah  masalah  besar,  jika  remaja  tidak  menemukan  jalan &lt;br /&gt;keluarnya.  Kemungkinan  remaja  untuk  tidak  lagi mempercayai  nilai-nilai  yang &lt;br /&gt;ditanamkan  oleh  orangtua  atau  pendidik  sejak  masa  kanak-kanak   akan  sangat &lt;br /&gt;besar  jika  orangtua  atau  pendidik  tidak  mampu  memberikan  penjelasan  yang &lt;br /&gt;logis,  apalagi  jika  lingkungan  sekitarnya  tidak mendukung  penerapan  nilai-nilai &lt;br /&gt;tersebut. &lt;br /&gt;Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif &lt;br /&gt;jawaban  dari  hal-hal  yang  dipertanyakan  oleh  putra-putri  remajanya.  Orangtua &lt;br /&gt;yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja &lt;br /&gt;itu  bisa  berpikir  lebih  jauh  dan  memilih  yang  terbaik.   Orangtua  yang  tidak &lt;br /&gt;mampu memberikan  penjelasan  dengan  bijak  dan  bersikap  kaku  akan membuat sang  remaja  tambah  bingung.   Remaja  tersebut  akan  mencari  jawaban  di  luar &lt;br /&gt;lingkaran  orangtua  dan  nilai  yang  dianutnya.   Ini  bisa menjadi  berbahaya  jika  &lt;br /&gt;“lingkungan  baru”   memberi  jawaban  yang  tidak  diinginkan  atau  bertentangan &lt;br /&gt;dengan  yang  diberikan   oleh  orangtua.  Konflik  dengan  orangtua mungkin  akan &lt;br /&gt;mulai menajam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dimensi Psikologis &lt;br /&gt;Masa  remaja merupakan masa  yang   penuh  gejolak.  Pada masa  ini mood &lt;br /&gt;(suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh  &lt;br /&gt;Mihalyi  Csikszentmihalyi  dan  Reed  Larson  (1984)  menemukan  bahwa  remaja &lt;br /&gt;rata-rata  memerlukan  hanya  45  menit  untuk  berubah  dari  mood  “senang  luar &lt;br /&gt;biasa” ke  “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam &lt;br /&gt;untuk hal yang sama.  Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini &lt;br /&gt;seringkali dikarenakan beban pekerjaan  rumah, pekerjaan  sekolah,  atau kegiatan &lt;br /&gt;sehari-hari  di  rumah. Meski  mood  remaja  yang  mudah  berubah-ubah  dengan &lt;br /&gt;cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. &lt;br /&gt;Dalam hal kesadaran diri, pada  masa  remaja para  remaja mengalami perubahan &lt;br /&gt;yang  dramatis  dalam  kesadaran  diri  mereka  (self-awareness).   Mereka  sangat &lt;br /&gt;rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain &lt;br /&gt;sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau &lt;br /&gt;mengkritik  diri  mereka  sendiri.   Anggapan  itu  membuat  remaja  sangat &lt;br /&gt;memperhatikan  diri  mereka  dan  citra  yang  direfleksikan  (self-image).  Remaja &lt;br /&gt;cenderung  untuk  menganggap  diri  mereka  sangat  unik  dan  bahkan  percaya &lt;br /&gt;keunikan mereka  akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Remaja putri &lt;br /&gt;akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik &lt;br /&gt;dan  tertarik  pada  kecantikannya,  sedang  remaja  putra  akan  membayangkan &lt;br /&gt;dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”.  &lt;br /&gt;Pada  usia  16  tahun  ke  atas,  keeksentrikan   remaja  akan  berkurang  dengan &lt;br /&gt;sendirinya  jika  ia  sering dihadapkan dengan dunia nyata.  Pada  saat  itu, Remaja &lt;br /&gt;akan mulai  sadar  bahwa  orang  lain  tenyata memiliki  dunia  tersendiri  dan  tidak &lt;br /&gt;selalu  sama  dengan  yang  dihadapi  atau  pun  dipikirkannya.  Anggapan  remaja &lt;br /&gt;bahwa  mereka  selalu  diperhatikan  oleh  orang  lain  kemudian  menjadi  tidak berdasar.   Pada saat inilah, remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan &lt;br /&gt;untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan. &lt;br /&gt;Para  remaja  juga  sering menganggap  diri mereka  serba mampu,  sehingga &lt;br /&gt;seringkali  mereka  terlihat  “tidak  memikirkan  akibat”  dari  perbuatan  mereka.  &lt;br /&gt;Tindakan  impulsif  sering  dilakukan;  sebagian  karena  mereka  tidak  sadar  dan &lt;br /&gt;belum  biasa  memperhitungkan  akibat  jangka  pendek  atau  jangka  panjang.  &lt;br /&gt;Remaja  yang  diberi  kesempatan  untuk  mempertangung-jawabkan  perbuatan &lt;br /&gt;mereka,  akan  tumbuh  menjadi  orang  dewasa  yang  lebih  berhati-hati,  lebih &lt;br /&gt;percaya-diri,  dan  mampu  bertanggung-jawab.   Rasa  percaya  diri  dan  rasa &lt;br /&gt;tanggung-jawab  inilah  yang  sangat  dibutuhkan  sebagai  dasar  pembentukan  jati-&lt;br /&gt;diri positif pada remaja.  Kelak, ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri &lt;br /&gt;sendiri dan  rasa hormat pada orang  lain dan  lingkungan.  Bimbingan orang yang &lt;br /&gt;lebih  tua  sangat  dibutuhkan  oleh  remaja  sebagai  acuan  bagaimana menghadapi &lt;br /&gt;masalah  itu  sebagai  “seseorang  yang  baru”;  berbagai  nasihat  dan  berbagai  cara &lt;br /&gt;akan  dicari  untuk  dicobanya.   Remaja  akan  membayangkan  apa  yang  akan &lt;br /&gt;dilakukan  oleh  para  “idola”nya  untuk  menyelesaikan  masalah  seperti  itu.  &lt;br /&gt;Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari  beberapa  dimensi  perubahan  yang  terjadi  pada  remaja  seperti  yang &lt;br /&gt;telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan – kemungkinan perilaku yang &lt;br /&gt;bisa  terjadi pada masa  ini. Diantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko &lt;br /&gt;dan  berdampak  negative  pada  remaja.  Perilaku  yang  mengundang  resiko  pada &lt;br /&gt;masa  remaja  misalnya  seperti  penggunaan  alcohol,  tembakau  dan  zat  lainnya; &lt;br /&gt;aktivitas  social  yang  berganti  –  ganti  pasangan  dan  perilaku menentang  bahaya &lt;br /&gt;seperti   balapan, selancar udara, dan  layang gantung (Kaplan dan Sadock, 1997). &lt;br /&gt;Alasan  perilaku  yang  mengundang  resiko  adalah  bermacam  –  macam  dan &lt;br /&gt;berhubungan  dengan  dinamika  fobia  balik  (  conterphobic  dynamic  ),  rasa  takut &lt;br /&gt;dianggap  tidak  cakap, perlu untuk menegaskan  identitas maskulin dan dinamika &lt;br /&gt;kelompok seperti tekanan teman sebaya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. REMAJA DAN ROKOK &lt;br /&gt;  Di masa modern  ini, merokok merupakan  suatu pemandangan yang  sangat &lt;br /&gt;tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi  si &lt;br /&gt;perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi  si perokok &lt;br /&gt;sendiri maupun orang – orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat &lt;br /&gt;di dalam rokok memberikan dampak negatif  bagi tubuh penghisapnya. &lt;br /&gt;Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk &lt;br /&gt;mendapat  pengakuan  (anticipatory  beliefs),  untuk menghilangkan  kekecewaan  ( &lt;br /&gt;reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya  tersebut tidak melanggar norma &lt;br /&gt;( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan &lt;br /&gt;merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, &lt;br /&gt;terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat  tertarik kepada &lt;br /&gt;kelompok sebayanyaatau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Penyebab Remaja Merokok &lt;br /&gt;1. Pengaruh 0rangtua  &lt;br /&gt;Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang &lt;br /&gt;berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu &lt;br /&gt;memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih &lt;br /&gt;mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari &lt;br /&gt;lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer &amp; Corado dalam Atkinson, &lt;br /&gt;Pengantar psikologi, 1999:294).  &lt;br /&gt;2. Pengaruh teman.    &lt;br /&gt;Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka &lt;br /&gt;semakin  besar  kemungkinan  teman-temannya  adalah  perokok  juga  dan &lt;br /&gt;demikian  sebaliknya. Dari  fakta  tersebut  ada  dua  kemungkinan  yang  terjadi, &lt;br /&gt;pertama  remaja  tadi  terpengaruh  oleh  teman-temannya  atau  bahkan  teman-&lt;br /&gt;teman  remaja  tersebut  dipengaruhi  oleh  diri  remaja  tersebut  yang  akhirnya &lt;br /&gt;mereka  semua  menjadi  perokok.  Diantara  remaja  perokok  terdapat  87% &lt;br /&gt;mempunyai  sekurang-kurangnya  satu  atau  lebih  sahabat  yang  perokok  begitu &lt;br /&gt;pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)  &lt;br /&gt; 3. Faktor Kepribadian.         &lt;br /&gt;Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan &lt;br /&gt;diri dari  rasa  sakit  fisik atau  jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun &lt;br /&gt;satu  sifat  kepribadian  yang  bersifat  prediktif  pada  pengguna  obat-obatan &lt;br /&gt;(termasuk  rokok)  ialah  konformitas  sosial. Orang  yang memiliki  skor  tinggi &lt;br /&gt;pada  berbagai  tes  konformitas  sosial  lebih  mudah  menjadi  pengguna &lt;br /&gt;dibandingkan  dengan  mereka  yang  memiliki  skor  yang  rendah  (Atkinson, &lt;br /&gt;1999).  &lt;br /&gt;4. Pengaruh Iklan.  &lt;br /&gt;Melihat  iklan  di  media  massa  dan  elektronik  yang  menampilkan  gambaran &lt;br /&gt;bahwa  perokok  adalah  lambang  kejantanan  atau  glamour, membuat    remaja &lt;br /&gt;seringkali  terpicu  untuk  mengikuti  perilaku  seperti  yang  ada  dalam  iklan &lt;br /&gt;tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. PENYIMPANGAN SEKS PADA REMAJA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita  telah  ketahui  bahwa  kebebasan  bergaul  remaja  sangatlah  diperlukan &lt;br /&gt;agar mereka tidak "kuper" dan "jomblo" yang biasanya jadi anak mama. "Banyak &lt;br /&gt;teman maka banyak pengetahuan". Namun tidak semua teman kita sejalan dengan &lt;br /&gt;apa  yang  kita  inginkan.  Mungkin  mereka  suka  hura-hura,  suka  dengan  yang &lt;br /&gt;berbau  pornografi,  dan  tentu  saja  ada  yang  bersikap  terpuji.  &lt;br /&gt;benar  agar  kita  tidak  terjerumus  ke  pergaulan  bebas  yang  menyesatkan.  &lt;br /&gt;         Masa  remaja merupakan  suatu masa  yang menjadi  bagian  dari  kehidupan &lt;br /&gt;manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja &lt;br /&gt;ini akan sangat berpengaruh  terhadap pembentukan diri  remaja  itu sendiri. Masa &lt;br /&gt;remaja  dapat  dicirikan  dengan  banyaknya  rasa  ingin  tahu  pada  diri  seseorang &lt;br /&gt;dalam  berbagai  hal,  tidak  terkecuali  bidang  seks.  &lt;br /&gt;         Seiring  dengan  bertambahnya  usia  seseorang,  organ  reproduksipun &lt;br /&gt;mengalami  perkembangan  dan  pada  akhirnya  akan  mengalami  kematangan. &lt;br /&gt;Kematangan  organ  reproduksi  dan  perkembangan  psikologis  remaja  yang mulai &lt;br /&gt;menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non &lt;br /&gt;elektronik  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  perilaku  seksual  individu  remaja &lt;br /&gt;tersebut.           Salah  satu  masalah  yang  sering  timbul  pada  remaja  terkait  dengan  masa &lt;br /&gt;awal kematangan organ  reproduksi pada  remaja adalah masalah kehamilan yang &lt;br /&gt;terjadi pada remaja diluar pernikahan. Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi &lt;br /&gt;pada  usia  sekolah.  Siswi  yang  mengalami  kehamilan  biasanya  mendapatkan &lt;br /&gt;respon  dari  dua  pihak.  Pertama  yaitu  dari  pihak  sekolah,  biasanya  jika  terjadi &lt;br /&gt;kehamilan  pada  siswi,  maka  yang  sampai  saat  ini  terjadi  adalah  sekolah &lt;br /&gt;meresponya  dengan  sangat  buruk  dan  berujung  dengan  dikeluarkannya  siswi &lt;br /&gt;tersebut dari sekolah. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal, &lt;br /&gt;lingkungan  akan  cenderung  mencemooh  dan  mengucilkan  siswi  tersebut.  Hal &lt;br /&gt;tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita. &lt;br /&gt;Kehamilan remaja adalah  isu yang saat  ini mendapat perhatian pemerintah.  &lt;br /&gt;Karena  masalah  kehamilan  remaja  tidak  hanya  membebani  remaja  sebagai &lt;br /&gt;individu  dan  bayi mereka  namun  juga mempengaruhi  secara  luas  pada  seluruh &lt;br /&gt;strata di masyarakat dan  juga membebani sumber-sumber kesejahteraan. Namun, &lt;br /&gt;alasan-alasannya  tidak  sepenuhnya  dimengerti.    Beberapa  sebab  kehamilan &lt;br /&gt;termasuk  rendahnya pengetahuan  tentang keluarga berencana, perbedaan budaya &lt;br /&gt;yang  menempatkan  harga  diri  remaja  di  lingkungannya,  perasaan  remaja  akan &lt;br /&gt;ketidakamanan atau impulsifisitas, ketergantungan kebutuhan, dan keinginan yang &lt;br /&gt;sangat untuk mendapatkan kebebasan.  &lt;br /&gt;  Selain  masalah  kehamilan  pada  remaja  masalah  yang  juga  sangat &lt;br /&gt;menggelisahkan  berbagai  kalangan  dan  juga  banyak  terjadi  pada  masa  remaja &lt;br /&gt;adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AIDS &lt;br /&gt;Data dan Fakta HIV/AIDS &lt;br /&gt;Dilihat  dari  jumlah  pengidap  dan  peningkatan  jumlahnya  dari waktu  ke &lt;br /&gt;waktu,  maka  dewasa  ini  HIV  (Human  Immunodeficiency  Virus)  dan  AIDS &lt;br /&gt;(Acquired Immune Deficiency Syndrome) sudah dapat dianggap sebagai ancaman &lt;br /&gt;hidup  bagi  masyarakat  Indonesia.  Berdasarkan  laporan  Departemen  Kesehatan &lt;br /&gt;sampai  Juni 2003  jumlah pengidap HIV/AIDS  atau ODHA  (Orang Yang Hidup &lt;br /&gt;Dengan HIV/AIDS)  di  Indonesia  adalah  3.647  orang  terdiri  dari  pengidap HIV &lt;br /&gt;2.559 dan penderita AIDS 1.088 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 15 -&lt;br /&gt;19 berjumlah 151 orang (4,14%); 19-24 berjumlah 930 orang (25,50%). Ini berarti &lt;br /&gt;bahwa  jumlah  terbanyak  penderita  HIV/AIDS  adalah  remaja  dan  orang  muda. Dari data  tersebut, dilaporkan yang sudah meninggal karena AIDS secara umum &lt;br /&gt;adalah  394  orang  (Subdit  PMS  &amp;  AIDS,  Ditjen  PPM  &amp;  PL,  Depkes  R.I.). &lt;br /&gt;Diperkirakan setiap hari ada 8.219 orang di dunia yang meninggal karena AIDS, &lt;br /&gt;sedangkan  di  kawasan  Asia  Pacific  mencapai  angka1.192orang.  &lt;br /&gt;            Data  dan  fakta  tersebut  belum mencerminkan  keadaan  yang  sebenarnya, &lt;br /&gt;melainkan  hanya  merupakan  "puncak  gunung  es",  artinya,  yang  kelihatan  atau &lt;br /&gt;dilaporkan  hanya  sedikit,  sementara  yang  tidak  kelihatan  atau  tidak  dilaporkan &lt;br /&gt;jumlahnya berkali-kali  lipat. Para ahli memperkirakan bahwa  jumlah  sebenarnya &lt;br /&gt;bisa 100 kali lipat.  &lt;br /&gt;Remaja dan HIV/AIDS &lt;br /&gt;Penularan virus HIV  ternyata menyebar sangat cepat di kalangan  remaja &lt;br /&gt;dan kaum muda. Penularan HIV di  Indonesia  terutama  terjadi melalui hubungan &lt;br /&gt;seksual  yang  tidak  aman,  yaitu  sebanyak  2.112(58%)  kasus.  Dari  beberapa &lt;br /&gt;penelitian  terungkap bahwa semakin  lama semakin banyak remaja di bawah usia &lt;br /&gt;18  tahun  yang  sudah melakukan  hubungan  seks. Cara  penularan  lainnya  adalah &lt;br /&gt;melalui  jarum  suntik  (pemakaian  jarum  suntik  secara  bergantian  pada  pemakai &lt;br /&gt;narkoba, yaitu  sebesar 815  (22,3%) kasus dan melalui  transfusi darah 4  (0,10%) &lt;br /&gt;kasus).  FKUl-RSCM  melaporkan  bahwa  lebih  dari  75%  kasus  infeksi  HIV  di &lt;br /&gt;kalangan  remaja  terjadi  di  kalangan  pengguna  narkotika.  Jumlah  ini merupakan &lt;br /&gt;kenaikan menyolok dibanding beberapa tahun yang lalu.  &lt;br /&gt;Beberapa penyebab rentannya remaja terhadap HIV/AIDS adalah &lt;br /&gt;1. Kurangnya informasi yang benar mengenai perilaku seks yang aman dan upaya &lt;br /&gt;pencegahan  yang  bisa  dilakukan  oleh  remaja  dan  kaum  muda.  Kurangnya &lt;br /&gt;informasi ini disebabkan adanya nilai-nilai agama, budaya, moralitas dan lain-&lt;br /&gt;lain,  sehingga  remaja  seringkali  tidak  memperoleh  informasi  maupun &lt;br /&gt;pelayanan  kesehatan  reproduksi  yang  sesungguhnya  dapat membantu  remaja &lt;br /&gt;terlindung dari berbagai resiko, termasuk penularan HIV/AIDS.  &lt;br /&gt;2.  Perubahan  fisik  dan  emosional  pada  remaja  yang  mempengaruhi  dorongan &lt;br /&gt;seksual. Kondisi ini mendorong remaja untuk mencari tahu dan mencoba-coba &lt;br /&gt;sesuatu  yang  baru,  termasuk  melakukan  hubungan  seks  dan  penggunaan &lt;br /&gt;narkoba.  3. Adanya  informasi  yang  menyuguhkan  kenikmatan  hidup  yang  diperoleh &lt;br /&gt;melalui  seks,  alkohol,  narkoba,  dan  sebagainya  yang  disampaikan  melalui &lt;br /&gt;berbagai media cetak atau elektronik.  &lt;br /&gt;4. Adanya tekanan dari teman sebaya untuk melakukan hubungan seks, misalnya &lt;br /&gt;untuk membuktikan bahwa mereka adalah jantan.  &lt;br /&gt;5. Resiko  HIV/AIDS  sukar  dimengerti  oleh  remaja,  karena  HIV/AIDS &lt;br /&gt;mempunyai  periode  inkubasi  yang  panjang,  gejala  awalnya  tidak  segera &lt;br /&gt;terlihat.  &lt;br /&gt;6.  Informasi mengenai penularan dan pencegahan HIV/AIDS rupanya juga belum &lt;br /&gt;cukup  menyebar  di  kalangan  remaja.  Banyak  remaja  masih  mempunyai &lt;br /&gt;pandangan yang salah mengenai HIV/AIDS.  &lt;br /&gt;7. Remaja  pada  umumnya  kurang  mempunyai  akses  ke  tempat  pelayanan &lt;br /&gt;kesehatan reproduksi dibanding orang dewasa. Hal tersebut dibuktikan dengan &lt;br /&gt;banyaknya  remaja  yang  terkena  HIV/AIDS  tidak  menyadari  bahwa  mereka &lt;br /&gt;terinfeksi, kemudian menyebar ke remaja lain, sehingga sulit dikontrol.  &lt;br /&gt;Apa sih HIV dan AIDS? &lt;br /&gt;HIV  adalah  singkatan  dari Human  Immunodeficiency Virus. Merupakan &lt;br /&gt;virus penyebab AIDS yang melemahka sistem kekebalan tubuh. &lt;br /&gt;AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang &lt;br /&gt;merupakan kumpulan  dari  beberapa  gejala  akibat menurunnya  sistem  kekebalan &lt;br /&gt;tubuh yang disebabkan oleh HIV sehingga orang yang telah terinfeksi HIV mudah &lt;br /&gt;diserang berbagai penyakit yang bisa mengancam hidupnya &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan Infeksi HIV  &lt;br /&gt;HIV menular melalui  penggunaan  jarum  suntik  secara  bergantian,  jarum &lt;br /&gt;suntik  bekas  pakai,  jarum  suntik  yang  tidak  steril,  melakukan  hubungan  seks &lt;br /&gt;berganti – ganti pasangan, atau proses penularan dari ibu ke bayi melalui proses : &lt;br /&gt;hamil,  melahirkan,  dan  menyusui.  Setelah  masuk  dan  menginfeksi  manusia &lt;br /&gt;selama  2 minggu  sampai  6  bulan  (  3  bulan  pada  95%  kasus) merupakan masa &lt;br /&gt;antara masuknya HIV ke dalam  tubuh  sampai  terbentuknya antibody  (penangkal &lt;br /&gt;penyakit)  terhadap HIV  atau disebut  juga HIV Positif. Pada  fase  ini HIV  sudah &lt;br /&gt;dapat  ditularkan  kepada  orang  lain  walaupun  hasil  tes  masih  negatif.  Fase  ini disebut  fase  jendela. Setelah melalaui  fase  jendela. Selama 3 – 10  tahun  setelah &lt;br /&gt;terinfeksi  HIV,  Seseorang  yang  telah  mengidap  HIV  Positif  tidak &lt;br /&gt;akanmenampakkan gejala, tampak sehat, dan dapat beraktifitas seperti biasa. Baru &lt;br /&gt;setelah  1-  2  tahun  kemudian mulai  timbul  infeksi  opportunistik  (  penyakit  lain &lt;br /&gt;yang muncul karena  sistem kekebalan  tubuh menurun). Obat ARV  ( Anti Retro &lt;br /&gt;Viral ) yang diminum pada fase ini dapat menekan pertumbuhan HIV. Akan tetapi &lt;br /&gt;obat ini tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HIV tidak menular melalui &lt;br /&gt;1.  Gigitan nyamuk atau serangga lain &lt;br /&gt;2.  Keringat, Sentuhan, Pelukan, ataupun Ciuman &lt;br /&gt;3.  Berenang bersama &lt;br /&gt;4.  Terpapar batuk atau bersin &lt;br /&gt;5.  Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama &lt;br /&gt;6.  Memakai toilet bergantian &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengetahui status HIV &lt;br /&gt;Status HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV Sukarela &lt;br /&gt;·  Testing  HIV  merupakan  pengambilan  darah  dan  pemeriksaan &lt;br /&gt;laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV &lt;br /&gt;·  Konseling  dan  Testing  HIV  Sukarela  dilakukan  dengan  prinsip  tanpa &lt;br /&gt;paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya &lt;br /&gt;·  Manfaat Konseling dan Testing HIV Sukarela : &lt;br /&gt;-  Mendapat  informasi,  pelayanan,  dan  perawatan  sesuai  kebutuhan &lt;br /&gt;masing-masing sedini mungkin &lt;br /&gt;-  Dukungan  untuk  perubahan  perilaku  yang  lebih  sehat  dan  aman  dari &lt;br /&gt;penularan HIV &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah adakah obat untuk HIV? &lt;br /&gt;  Obat  ARV  (Anti  Retro  Viral)  dapat  mengendalikan  pertumbuhan  jumlah &lt;br /&gt;HIV dan meningkatkan daya  tahan  tubuh untuk memperpanjang usia hidup &lt;br /&gt;ODHA ( Orang dengan HIV dan AIDS)   Obat  ARV  tidak  dapat  menyembuhkan  Odha  karena  tidak  bisa &lt;br /&gt;menghilangkan HIV dalam tubuh &lt;br /&gt;  Odha harus minum obat ARV secara rutin pada jam tertentu setiap hari dan &lt;br /&gt;seumur hidup &lt;br /&gt;  Sejak  tahun  2007  terdapat  75  rumah  sakit  rujukan  bagi  Odha  dis  eluruh &lt;br /&gt;Indonesia yang menyediakan obat ARV &lt;br /&gt;\ &lt;br /&gt;4.  REMAJA  DAN  PENYALAHGUNAAN  MINUMAN  KERAS  DAN &lt;br /&gt;NARKOBA &lt;br /&gt;Berdasarkan  data  Badan  Narkotika  Nasional  (BNN),jumlah  kasus &lt;br /&gt;penyalahgunaan  Narkoba  di  Indonesia  dari  tahun  1998  -  2003  adalah  20.301 &lt;br /&gt;orang, di mana 70% diantaranya berusia antara 15 -19 tahun &lt;br /&gt;Definisi dan Macam – Macam Narkoba  &lt;br /&gt;Narkoba  (singkatan  dari  Narkotika,  Psikotropika  dan  Bahan  Adiktif &lt;br /&gt;berbahaya  lainnya) adalah bahan/zat yang  jika dimasukan dalam  tubuh manusia, &lt;br /&gt;baik  secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, &lt;br /&gt;suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan &lt;br /&gt;ketergantungan  (adiksi  )  fisik  dan  psikologis. &lt;br /&gt;         Narkotika  adalah  zat  atau  obat  yang  berasal  dari  tanaman  atau  bukan &lt;br /&gt;tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan &lt;br /&gt;atau  perubahan  kesadaran,  hilangnya  rasa  nyeri  dan  dapat  menimbulkan &lt;br /&gt;ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).  &lt;br /&gt;Yang termasuk jenis Narkotika adalah : &lt;br /&gt;·  Tanaman  papaver,  opium  mentah,  opium  masak  (candu,  jicing,  jicingko), &lt;br /&gt;opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.  &lt;br /&gt;·  Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta &lt;br /&gt;campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut &lt;br /&gt;di atas.  &lt;br /&gt;Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan &lt;br /&gt;narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf &lt;br /&gt;pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-&lt;br /&gt;Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:  ·  Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, &lt;br /&gt;Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, &lt;br /&gt;Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.  &lt;br /&gt;Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis &lt;br /&gt;maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang &lt;br /&gt;dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: Alkohol. &lt;br /&gt;Apakah Alkohol itu? &lt;br /&gt;Alkohol  adalah  zat  penekan  susuan  syaraf  pusat meskipun  dalam  jumlah  kecil &lt;br /&gt;mungkin mempunyai efek stimulasi ringan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahan psikoaktif yang  terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh &lt;br /&gt;dari  proses  fermentasi  madu,  gula  sari  buah  atau  umbi  umbian.  Nama  yang &lt;br /&gt;populer  : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus , balo dll.  &lt;br /&gt;Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda, misalnya bir dan soda &lt;br /&gt;alkohol ( 1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan minuman keras yang biasa &lt;br /&gt;disebut  dengan  spirit  (35  –  55%  alkohol).  Konsentrasi  alkohol  dalam  darah &lt;br /&gt;dicapai dalam 30 – 90 menitsetelah diminum. &lt;br /&gt;Dari beberapa penelitian alkohol dapat menyebabkan : &lt;br /&gt;  Kecelakaan lalu lintas &lt;br /&gt;  Luka bakar &lt;br /&gt;  Kasus penganiayaan anak &lt;br /&gt;  Bunuh diri &lt;br /&gt;  Kecelakaan kerja &lt;br /&gt;Di  Indonesia  penjualan minuman  beralkohol  di  batasi  dan  yang  boleh membeli &lt;br /&gt;adalah mereka yang telah berumur 21 tahun &lt;br /&gt;Beberapa  etnik  di  Indonesia  menggunakan  minuman  beralkohol  pada  acara &lt;br /&gt;tertentu  dalam  jumlah  yang  sedikit.  Mereka  juga  memproduksi  minuman &lt;br /&gt;beralkohol  dengan  nama  yang  bermacam  ragam misalnya  :  tuak, minuman  cap &lt;br /&gt;tikus, ciu dll &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pengaruh Terhadap Tubuh (Fisik dan Mental) &lt;br /&gt;Pengaruh  alkohol  terhadap  tubuh  bervariasi,  tergantung  pada  beberapa  faktor &lt;br /&gt;yaitu : &lt;br /&gt;  Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi &lt;br /&gt;  Usia, berat badan, dan jenis kelamin &lt;br /&gt;  Makanan yang ada di dalam lambung &lt;br /&gt;  Pengalaman seseorang minum – minuman beralkohol &lt;br /&gt;  Situasi dimana orang minum – minuman beralkohol &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengaruh jangka pendek &lt;br /&gt;Walaupun pengaruh  terhadap  individu berbeda – beda,  terdapat hubungan antara &lt;br /&gt;konsentrasi  alkohol  di  dalam  darah  (Blood Alkohol Concentration  – BAC)  dan &lt;br /&gt;efeknya.  Euphoria  ringan  dan  stimulasi  terhadap  perilaku  lebih  aktif  seiring &lt;br /&gt;dengan  meningkatnya  konsentrasi  alkohol  di  dalam  darah.  Sayangnya  orang &lt;br /&gt;banyak  beranggapan  bahwa  penampilan mereka menjadi  lebih  baik  dan mereka &lt;br /&gt;mengabaikan efek buruknya.\ &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resiko intoksikasi (”mabuk”) &lt;br /&gt;Gejala  intoksikasi  alkohol  yang  paling  umum  adalah  ”mabuk”,  ”teler”  sehingga &lt;br /&gt;dapat  menyebabkan  cedera  dan  kematian.  Penurunan  kesadaran  seperti  koma &lt;br /&gt;dapat  terjadi  pada  keracunan  alkohol  yang  berat  demikian  juga  henti  nafas  dan &lt;br /&gt;kematian. &lt;br /&gt;Selain  kematian,  efek  jangka  pendek  alkohol  dapat  menyebabkan  hilangny &lt;br /&gt;produktifitas kerja (misalnya ”teler, kecelakaan akibat ngebut). Sebagai tambahan, &lt;br /&gt;alkohol  dapat  menyebabkan  perilaku  kriminal.  70  %  dari  narapidana &lt;br /&gt;menggunakan alkohol sebelum melakukan  tindak kekerasan dan  lebih dari 40 % &lt;br /&gt;kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh alkohol &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pengaruh Jangka Panjang &lt;br /&gt;Mengkonsumsi alkohol berlebiha dalam jangka panjang dapat menyebabkan : &lt;br /&gt;  Kerusakan jantung &lt;br /&gt;  Tekanan Darah Tinggi   Stroke &lt;br /&gt;  Kerusakan hati &lt;br /&gt;  Kanker saluran pencernaan &lt;br /&gt;  Gangguan pencernaan lainnya (misalnya tukak lambung) &lt;br /&gt;  Impotensi dan berkurangnya kesuburan &lt;br /&gt;  Meningkatnya resiko terkena kanker payudara &lt;br /&gt;  Kesulitan tidur &lt;br /&gt;  Kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan &lt;br /&gt;  Sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi &lt;br /&gt;Sebagai tambahan terhadap masalah kesehatan, alkohol juga berdampak terhadap &lt;br /&gt;hubungan sesama, finansial, pekerjaan, dan juga menimbulkan masalah hukum &lt;br /&gt;Pengaruh alkohol pada perilaku &lt;br /&gt;  Konsentrasi alkohol dalam &lt;br /&gt;darah &lt;br /&gt;Pengaruh yang ditimbulkan &lt;br /&gt;Perasaan &lt;br /&gt;segar  (well  – &lt;br /&gt;being) &lt;br /&gt;Sampai dengan 0.50 g%  ·  Banyak bicara &lt;br /&gt;·  Santai &lt;br /&gt;·  Lebih percaya diri &lt;br /&gt;Risiko &lt;br /&gt;rendah &lt;br /&gt;0.05 – 0.08 g %  ·  Banyak bicara &lt;br /&gt;·  Bertindak  dan  lebih  merasa &lt;br /&gt;percaya diri &lt;br /&gt;·  Berkurangnya  kemampuan &lt;br /&gt;untuk berfikir dan bergerak &lt;br /&gt;·  Berkurangnya rasa malu &lt;br /&gt;Risiko &lt;br /&gt;sedang &lt;br /&gt;0.08 – 0.15 g %  ·  Bicara cadel &lt;br /&gt;·  Berkurangnya  keseimbangan &lt;br /&gt;dan koordinasi tubuh &lt;br /&gt;·  Refleks menjadi lambat &lt;br /&gt;·  Penglihatan kabur &lt;br /&gt;·  Emosi yang labil &lt;br /&gt;·  Mual, muntah - muntah &lt;br /&gt;Risiko tinggi  0.15 – 0.30 g %  ·  Tidak  dapat  berjalan  tanpa bantuan &lt;br /&gt;·  Apatis, mengantuk &lt;br /&gt;·  Kesulitan bernafas &lt;br /&gt;·  Tidak  dapat  mengingat &lt;br /&gt;beberapa kejadian &lt;br /&gt;·  Tidak  dapat  mengendalikan &lt;br /&gt;buang air kecil &lt;br /&gt;·  Kemungkinan  kehilangan &lt;br /&gt;kesadaran &lt;br /&gt;·  Koma &lt;br /&gt;·  Kematian  &lt;br /&gt;Kematian   &gt; 0.3 g %   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Toleransi dan Ketergantungan &lt;br /&gt;Pengguna  alkohol  yang  terus  menerus  dapat  mengalami  toleransi  dan &lt;br /&gt;ketergantungan.  Toleransi  adalah  peningkatan  penggunaan  alkohol  dari  jumlah &lt;br /&gt;yang  kecil  menjadi  lebih  besar  untuk  mendapatkan  pengaruh  yang  sama. &lt;br /&gt;Sedangkan ketergantungan  adalah keadaan dimana  alkohol menjadi bagian yang &lt;br /&gt;penting  dalam  kehidupannya,  banyak  waktu  yang  terbuang  karena memikirkan &lt;br /&gt;(cara  mendapatkan,  mengkonsumsi  dan  bagaimana  cara  berhenti).  Pengguna &lt;br /&gt;alkohol  akan  mengalami  kesulitan  bagaimana  cara  menghentikan  atau &lt;br /&gt;mengendalikan jumlah alkohol yang dikonsumsi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gejala Putus Alkohol &lt;br /&gt;Seseorang  yang  mengalami  ketergantungan  secara  fisik  terhadap  alkohol  akan &lt;br /&gt;mengalami  gejala  putus  alkohol  apabila  menghentikan  atau  mengurangi &lt;br /&gt;penggunaannya. Gejala  biasanya  terjadi mulai  6  –  24  jam  setelah minum  yang &lt;br /&gt;terakhir. Gejala ini dapat berlangsung selama 5 hari, diantaranya adalah : &lt;br /&gt;·  Gemetar  &lt;br /&gt;·  Mual &lt;br /&gt;·  Cemas &lt;br /&gt;·  Depresi ·  Berkeringat yang banyak &lt;br /&gt;·  Nyeri kepala &lt;br /&gt;·  Sulit tidur (berlangsung beberapa minggu) &lt;br /&gt;Gejala putus  alkohol  sangat berbahaya. Orang  yang minum  lebih  dari 8  standar &lt;br /&gt;minum  perhari  dianjurkan  untuk  berkonsultasi  ke  dokter  (sebelum memutuskan &lt;br /&gt;untuk  berhenti  minum)  untuk  mendapatkan  terapi  medis  guna  mencegah &lt;br /&gt;komplikasi &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan berdasarkan efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:  &lt;br /&gt;1.  Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi &lt;br /&gt;aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa &lt;br /&gt;membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa &lt;br /&gt;mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan &lt;br /&gt;berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer &lt;br /&gt;sekarang adalah Putaw.  &lt;br /&gt;2.  Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta &lt;br /&gt;kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang &lt;br /&gt;sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.  &lt;br /&gt;3.  Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau &lt;br /&gt;mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman &lt;br /&gt;seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu &lt;br /&gt;ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak &lt;br /&gt;dipakai adalah marijuana atau ganja.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyalahgunaan Narkoba &lt;br /&gt;  Kebanyakan  zat  dalam  narkoba  sebenarnya  digunakan  untuk  pengobatan &lt;br /&gt;dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk dicoba &lt;br /&gt;–  coba,  ikut  trend/gaya,  lambing  status  social,  ingin melupakan  persoalan  dll  – &lt;br /&gt;maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut &lt;br /&gt;akan  menyebabkan  ketergantungan  atau  dependensi  yang  disebut  juga  dengan &lt;br /&gt;kecanduan. Tingkatan  penyalahgunaan  biasanya  sebagai  berikut:  1)  coba-coba;  2) &lt;br /&gt;senang-senang;  3)  menggunakan  pada  saat  atau  keadaan  tertentu;  4) &lt;br /&gt;penyalahgunaan; 5) ketergantungan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dampak Penyalahgunaan Narkoba &lt;br /&gt;Bila  narkoba  digunakan  secara  terus menerus  atau melebihi  takaran  yang &lt;br /&gt;telah  ditentukan  akan  mengakibatkan  ketergantungan.  Kecanduan  inilah  yang &lt;br /&gt;akan mengakibatkan gangguan  fisik dan psikologis, karena  terjadinya kerusakan &lt;br /&gt;pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, &lt;br /&gt;hati  dan  ginjal.  &lt;br /&gt;              Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada &lt;br /&gt;jenis  narkoba  yang  dipakai,  kepribadian  pemakai  dan  situasi  atau  kondisi &lt;br /&gt;pemakai.  Secara  umum,  dampak  kecanduan  narkoba  dapat  terlihat  pada  fisik, &lt;br /&gt;psikis  maupun  sosial  seseorang.  &lt;br /&gt;1. Dampak Fisik:  &lt;br /&gt;1.  Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, &lt;br /&gt;halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi  &lt;br /&gt;2.  Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: &lt;br /&gt;infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah  &lt;br /&gt;3.  Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, &lt;br /&gt;eksim  &lt;br /&gt;4.  Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi &lt;br /&gt;pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru  &lt;br /&gt;5.  Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh &lt;br /&gt;meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur  &lt;br /&gt;6.  Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, &lt;br /&gt;seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, &lt;br /&gt;testosteron), serta gangguan fungsi seksual  &lt;br /&gt;7.  Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain &lt;br /&gt;perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan &lt;br /&gt;amenorhoe (tidak haid)  8.  Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum &lt;br /&gt;suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti &lt;br /&gt;hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya  &lt;br /&gt;9.  Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis &lt;br /&gt;yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. &lt;br /&gt;Over dosis bisa menyebabkan kematian  &lt;br /&gt;2. Dampak Psikis:  &lt;br /&gt;1.  Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah  &lt;br /&gt;2.  Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga  &lt;br /&gt;3.  Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal  &lt;br /&gt;4.  Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan  &lt;br /&gt;5.  Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri  &lt;br /&gt;3. Dampak Sosiai:  &lt;br /&gt;1.  Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan  &lt;br /&gt;2.  Merepotkan dan menjadi beban keluarga  &lt;br /&gt;3.  Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram  &lt;br /&gt;Dampak  fisik,  psikis  dan  sosial  berhubungan  erat.  Ketergantungan  fisik &lt;br /&gt;akan mengakibatkan  rasa  sakit  yang  luar  biasa  (sakaw)  bila  terjadi  putus  obat &lt;br /&gt;(tidak  mengkonsumsi  obat  pada  waktunya)  dan  dorongan  psikologis  berupa &lt;br /&gt;keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik &lt;br /&gt;dan  psikologis  ini  juga  berkaitan  dengan  gejala  sosial  seperti  dorongan  untuk &lt;br /&gt;membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bahaya Narkoba Bagi Remaja &lt;br /&gt;Masa  remaja merupakan  suatu  fase  perkembangan  antara masa  anak-anak &lt;br /&gt;dan masa  dewasa.  Perkembangan  seseorang  dalam masa  anak-anak  dan  remaja &lt;br /&gt;akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah &lt;br /&gt;bila masa anak-anak dan remaja  rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan &lt;br /&gt;hancurlah  masa  depannya.  &lt;br /&gt;            Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend &lt;br /&gt;dan  gaya  hidup,  serta  bersenang-senang  besar  sekali.  Walaupun  semua &lt;br /&gt;kecenderungan  itu wajar-wajar saja,  tetapi hal  itu bisa  juga memudahkan  remaja untuk  terdorong  menyalahgunakan  narkoba.  Data  menunjukkan  bahwa  jumlah &lt;br /&gt;pengguna  narkoba  yang  paling  banyak  adalah  kelompok  usia  remaja.  &lt;br /&gt;         Masalah  menjadi  lebih  gawat  lagi  bila  karena  penggunaan  narkoba,  para &lt;br /&gt;remaja  tertular  dan  menularkan  HIV/AIDS  di  kalangan  remaja.  Hal  ini  telah &lt;br /&gt;terbukti dari pemakaian narkoba melalui  jarum  suntik  secara bergantian. Bangsa &lt;br /&gt;ini  akan  kehilangan  remaja  yang  sangat  banyak  akibat  penyalahgunaan  narkoba &lt;br /&gt;dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber &lt;br /&gt;daya manusia bagi bangsa.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. MENANGANI MASALAH YANG TERJADI PADA REMAJA &lt;br /&gt;Selain  ketiga masalah  psikososial  yang  sering  terjadi  pada  remaja  seperti &lt;br /&gt;yang  disebutkan  dan  dibahas  diatas  terdapat  pula  masalah  masalah  lain  pada &lt;br /&gt;remaja  seperti  tawuran,  kenakalan  remaja,  kecemasan,  menarik  diri,  kesulitan &lt;br /&gt;belajar, depresi dll. &lt;br /&gt;Semua  masalah  tersebut  perlu  mendapat  perhatian  dari  berbagai  pihak &lt;br /&gt;mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah &lt;br /&gt;masa depan bangsa ini digantungkan. &lt;br /&gt;Terdapat  beberapa  cara  yang  dapat  dilakukan  dalam  upaya  untuk  mencegah &lt;br /&gt;semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain : &lt;br /&gt;Peran Orangtua : &lt;br /&gt;·  Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita &lt;br /&gt;·  Membekali anak dengan dasar moral dan agama &lt;br /&gt;·  Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak &lt;br /&gt;·  Menjalin kerjasama yang baik dengan guru &lt;br /&gt;·  Menjai  tokoh  panutan  bagi  anak  baik  dalam  perilaku maupun  dalam  hal &lt;br /&gt;menjaga lingkungan yang sehat &lt;br /&gt;·  Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak &lt;br /&gt;·  Hindarkan anak dari NAPZA &lt;br /&gt;Peran Guru : &lt;br /&gt;·  Bersahabat dengan siswa &lt;br /&gt;·  Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman ·  Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan &lt;br /&gt;ekstrakurikuler &lt;br /&gt;·  Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga &lt;br /&gt;·  Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP &lt;br /&gt;·  Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas &lt;br /&gt;·  Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain &lt;br /&gt;·  Meningkatkan  keamanan  terpadu  sekolah  bekerjasama  dengan  Polsek &lt;br /&gt;setempat &lt;br /&gt;·  Mewaspadai adanya provokator &lt;br /&gt;·  Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah &lt;br /&gt;·  Menciptakan  kondisi  sekolah  yang  memungkinkan  anak  berkembang &lt;br /&gt;secara sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial &lt;br /&gt;·  Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA &lt;br /&gt;Peran Pemerintah dan masyarakat : &lt;br /&gt;·  Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti &lt;br /&gt;·  Menyediakan  sarana/prasarana  yang  dapat  menampung  agresifitas  anak &lt;br /&gt;melalui olahraga dan bermain &lt;br /&gt;·  Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas &lt;br /&gt;·  Memberikan keteladanan &lt;br /&gt;·  Menanggulangi  NAPZA,  dengan  menerapkan  peraturan  dan  hukumnya &lt;br /&gt;secara tegas &lt;br /&gt;·  Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan &lt;br /&gt;Peran Media : &lt;br /&gt;·  Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia) &lt;br /&gt;·  Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif) &lt;br /&gt;·  Adanya  rubrik  khusus  dalam media masa  (cetak,  elektronik)  yang  bebas &lt;br /&gt;biaya khusus untuk remaja &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. REMAJA DAN PERILAKU HIDUP SEHAT &lt;br /&gt;Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:  &lt;br /&gt;1.  Mengerti tujuan hidup  &lt;br /&gt;2.  Memahami  faktor  penghambat  maupun  pendukung  perkembangan &lt;br /&gt;kematangannya.  &lt;br /&gt;3.  Bergaul dengan bijaksana  &lt;br /&gt;4.  Terus menerus memperbaiki diri  &lt;br /&gt;Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dan &lt;br /&gt;sehat.  Remaja  harus  mengetahui  dirinya  memiliki  kekhawatiran  dan  harapan, &lt;br /&gt;dengan  kata  lain  remaja  harus  mengerti  dirinya  sendiri.  &lt;br /&gt;Faktor  yang  berkembang  pada  setiap  remaja  antara  lain  fisik,  intelektual, &lt;br /&gt;emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:  &lt;br /&gt;1.  Fisik 35%  &lt;br /&gt;2.  Intelektual 20%  &lt;br /&gt;3.  Emosional 30%  &lt;br /&gt;4.  Spiritual 15%  &lt;br /&gt;Faktor fisik berkembang secara  tepat sedangkan faktor  lainnya berkembang &lt;br /&gt;tidak  sama besar. Perkembangan yang  tidak  seimbang  inilah yang menimbulkan &lt;br /&gt;kejanggalan  dan  berpengaruh  terhadap  perilaku  remaja.  &lt;br /&gt;         Bagaimana  seseorang  remaja  melihat  dirinya  sendiri,  orang  lain  serta &lt;br /&gt;hubungannya  dengan  orang  lain  termasuk  orang  tua  dan  pembina?  Kadang-&lt;br /&gt;kadang  ia  ingin dianggap  sebagai anak-anak, orang dewasa, orang  lain dianggap &lt;br /&gt;sebagai  orang  tua,  teman.  &lt;br /&gt;Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:  &lt;br /&gt;1.  Otoriter ------- demokratis  &lt;br /&gt;2.  Tertutup ------- terbuka  &lt;br /&gt;3.  Formal ------- informal  &lt;br /&gt;Semua tersebut di atas dalam keadaan "dalam perjalanan menuju" Sehingga dapat &lt;br /&gt;dilihat  segalanya masih  dalam  proses  dan  tidak  berada  dalam  kutub  atau masa  &lt;br /&gt;anak-anak  ataupun  kutub  atau  masa  dewasa.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Dalam perjalanan menuju" ini yang menonjol adalah:  &lt;br /&gt;1.  Fisik yang kuat  &lt;br /&gt;2.  Emosi yang cepat tersinggung  &lt;br /&gt;3.  Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang  &lt;br /&gt;4.  Pertimbangan  agama,  falsafah,  ataupun  tatakrama  hanya  kadang-kadang &lt;br /&gt;saja dipakai  &lt;br /&gt;Dan  "Dalam  perjalanan  menuju"  yang  paling  penting  diketahui  oleh  remaja &lt;br /&gt;adalahbagaimana remaja dapat berproses :  &lt;br /&gt;1.  Menuju fisik yang ideal  &lt;br /&gt;2.  Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh  &lt;br /&gt;3.  Menuju cara berfikir dewasa  &lt;br /&gt;4.  Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat  falsafah dan bersifat &lt;br /&gt;tatakrama  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; DAFTAR PUSTAKA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.                &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim &lt;br /&gt;Pembina, Tim Pengarah &amp; Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh &lt;br /&gt;Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo  &amp; &lt;br /&gt;Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kozier, B (1991). Fundamental of Nursing : Concept, Process, and Practice. &lt;br /&gt;Fourth Edition. California : Addison-Wesley Publishing Company. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stuart &amp; Sundeen (1998). Principle and Practice of Psychiatric Nursing. 6 th. Ed. &lt;br /&gt;Philadelphia: The C V Mosby. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Azwar, S. 2002. Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka &lt;br /&gt;Pelajar Offset &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kaplan dan Sadock.1997. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri &lt;br /&gt;Klinis (Edisi ke 7, Jilid 1). Jakarta. Binarupa Aksara.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BKKBN. 2001. Remaja Mengenai Dirinya. Jakarta. BKKBN &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dep. Kesehatan RI. 1997. AIDS di Tempat Kerja. Jakarta &lt;br /&gt;UNESCO and UNAIDS. 2002.  HIV/AIDS and Education: A Too/kit for &lt;br /&gt;Ministries of Education  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-5456395964077123296?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/5456395964077123296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/05/hari-itu-q-bangun-sangat-ter-gesa-gesa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5456395964077123296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5456395964077123296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/05/hari-itu-q-bangun-sangat-ter-gesa-gesa.html' title=''/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-734873442996668341</id><published>2009-05-21T16:23:00.000+07:00</published><updated>2009-05-21T16:24:40.873+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tes Wawancara, Jawabane Mencret..!!&lt;br /&gt;Oleh Redaksi   &lt;br /&gt;Jumat, 28 Desember 2007 17:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HRD manager lagi nyaring berkas lamaran nggo ngisi lowongan nang kantore. Sewise maca kabeh berkas-berkas mau nganti teliti karo temenanan deweke wis nemokna calon-calon sing wis dianggep memenuhi syarat. Dheweke wis nentukna pilihan sing jumlahe 4 (papat).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HRD Manager mau arep ngetes calon-calon sing jumlahe papat mau tapi mung siji sing bakal ketampa. Lha nggo nentukna sapa sing bakalan ketampa deweke arep ngajokna petakonan karo jawaban-jawaban sekang calon-calon mau sing arep nentukna sapa sing bakal ditampa, jawaban sing paling bener karo paling ketemu nalar sing bisa ditampa nang kantore deweke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dina wis ditentukna calon sing jumlahe papat mau wis njagong rapi nang ruang wawancara. Manager mau ngajokna petakonan sing jumlahe mung siji : "Menurutmu apa sing mlayune paling cepet?" kuwe petakonane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon 1 : "Pikiran!" Sebab tekane ora dinyana nang njero pikiran, ijig-ijig wis teka! Cepet banget mbok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager : Bagus.Bagus..jawabanmu apik, bisa ditampa. Kowe calon 2 apa jawabanmu..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon2 :  "Kejapan mata!" (bahasa Cilacape apa si ya..nyong bingung) tekane ora bisa diramal. Matane dewek sekeplasan wis tekan! Kuwe paling cepet menurutku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager : Wah.kuwe ya jawaban apik..tur mlebu nalar.., calon 3 apa jawabanmu..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon 3 : "Lampu listrik murub!" Kuwe sing paling cepet..aku sering nyeklekna saklar. Lampu sing adoh jarake langsung murub wektu kuwe juga..kuwe sing paling cepet menurutku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager : wah…pancen angel ngalahna cepete murub-e lampu..jawabane bermutu kabeh. Bagus….bagus…, siki kowe calon 4 apa jawabanmu..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon 4 : "Mencreet… pak Manager!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager : Hah….mencret.????(si Manager kaget krungu jawabane calon 4 sing ketone asal-asalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon 4 : Aja gumun disit!! Kiye aku bisa njelasna alasanku..rong ndina kepungkur wetengku ijig-ijig mules, inyong ngibrit maring WC, tapi during sempat Mikir, Ngejapna mata karo Ngurubna lampu…, mencret wis tekan kathok-ku..!! Berarti "Mencret" lewih cepet sekang "Pikiran, Kejapan mata karo Lampu murub..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager : Calon 4 sing ketampa..liyane bali.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel dikirim oleh : Agus Swasana&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-734873442996668341?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/734873442996668341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/05/tes-wawancara-jawabane-mencret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/734873442996668341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/734873442996668341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/05/tes-wawancara-jawabane-mencret.html' title=''/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-1612670934758129112</id><published>2009-04-08T07:31:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T07:41:35.456+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Subneting</title><content type='html'>Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdvxWjmQDHI/AAAAAAAAAAc/21_Fc3CJIAI/s1600-h/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdvxWjmQDHI/AAAAAAAAAAc/21_Fc3CJIAI/s320/jalan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322112754483465330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdvxjwwBDXI/AAAAAAAAAAk/T5EVBtws8H0/s1600-h/gang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdvxjwwBDXI/AAAAAAAAAAk/T5EVBtws8H0/s320/gang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322112981352385906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sdvxx8SykYI/AAAAAAAAAAs/VPiZPoHD2zo/s1600-h/network.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sdvxx8SykYI/AAAAAAAAAAs/VPiZPoHD2zo/s320/network.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322113224969195906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sdvx9m8j1GI/AAAAAAAAAA0/ru7bCgs5Cm4/s1600-h/subnet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/Sdvx9m8j1GI/AAAAAAAAAA0/ru7bCgs5Cm4/s320/subnet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322113425397240930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLASS  OKTET PERTAMA  SUBNET MAS DEFAULT  PRIVATE ADDRESS&lt;br /&gt;A  1-127          255.0.0.0         10.0.0.0-10.255.255.255&lt;br /&gt;B  128-191  255.255.0.0         172.16.0.0-172.31.255.255&lt;br /&gt;C  192-223  255.255.255.0         192.168.0.0-192.168.255.255&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/04/pengertian-subnetting-dan.html"&gt;azdika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-1612670934758129112?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/1612670934758129112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/04/pengertian-subneting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1612670934758129112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/1612670934758129112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/04/pengertian-subneting.html' title='Pengertian Subneting'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdvxWjmQDHI/AAAAAAAAAAc/21_Fc3CJIAI/s72-c/jalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-3994798161637124663</id><published>2009-03-30T17:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-30T17:51:32.485+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Kabel Cross dan Straight</title><content type='html'>1. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali  kita  dihadapkan  pada  permasalahan  yang  mungkin  nampak  sepele  tetapi  bisa berakibat  fatal di kemudian hari.Bagi sebagian orang ( termasuk saya dulu) menyambung kabel UTP  dengan  konektor RJ45 cukuplah  asal dua ujungnya berwarna  sama pasti sudah bukan masalah. Akan tetapi di dalam jaringan yang kompleks dan melibatkan banyak orang tentulah  hal  tersebut  bisa  menjadikan  masalah  dan  terjadi  keruwetan.  Karena  itu  penting dilakukan standarisasi pemasangan. Tentu kita tidak perlu membuat aturan standard sendiri karena sudah ada lembaga yang mengelola hal tersebut yaitu TIA/EIA, http://www.tiaonline.org/standards/catalog/ dan tinggal kita mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdCjHH8o3zI/AAAAAAAAAAU/ttInXQ0In-g/s1600-h/568b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdCjHH8o3zI/AAAAAAAAAAU/ttInXQ0In-g/s320/568b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318930502712352562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang lazim dipakai adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat  5)  yang  secara  praktis  bisa  support  transfer  data  hingga  100  Mbps.  UTP  Cat  5 terdiri atas4 pasang kabel berwarna atau 8 kabel tunggal. warna kabel tersebut adalah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan 1 Putih-Biru dan Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan 2 Putih-orange dan Orange Pasangan 3 Putih-Hijau dan Hijau Pasangan 4 Putih-Coklat dan Coklat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Urutan Kabel UTP Standard  EIA/TIA-568B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Standar pemasangan EIA/TIA-568B RJ-45&lt;br /&gt;Mengacu  pada  standard EIA/TIA-568B  maka  urutan  pemasangan  kabel  UTP  Straight&lt;br /&gt;Seperti  gambar  2.  Untuk  kabel  straight(standard) dua  ujung  kabel  memiliki  urutan  yang sama.&lt;br /&gt;Untuk Kabel cross over  urutannya pin 1 dan 3 tukar posisi, ping 2 dan 6 tukar posisi. Atau urutan  seperti pada gambar 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 1 standard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 2 Orange&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Hijau&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 2 standard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 2 Orange&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Hijau&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Urutan Kabel UTP Straight Standard  EIA/TIA-568B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 1 standard&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 2 Orange&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Hijau&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 2 cross over&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 2 Hijau&lt;br /&gt;Pin 3 Orange-Putih&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Orange&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Urutan Kabel UTP Cross Over Standard  EIA/TIA-568B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Standar pemasangan EIA/TIA-568A RJ-45&lt;br /&gt;Mengacu pada standar EIA/TIA-568A  urutan kabelnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 2 Hijau&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Orange&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. Susunan Kabel UTP Standard  EIA/TIA-568A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kabel Straigth kedua ujung memiliki urutan  sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 1&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 2 Hijau&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Orange&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 2&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 2 Hijau&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Orange&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5. Susunan Kabel UTP Straight Standard  EIA/TIA-568A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kabel Cross Over urutan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 1 Standard&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Hijau&lt;br /&gt;Pin 2 Hijau&lt;br /&gt;Pin 3 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Orange&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung 2 cross over&lt;br /&gt;Pin 1 Putih-Orange&lt;br /&gt;Pin 2 Orange&lt;br /&gt;Pin 3 Putih- Hijau&lt;br /&gt;Pin 4 Biru&lt;br /&gt;Pin 5 Biru-putih pin 6 Hijau&lt;br /&gt;pin 7 Putih-Cokelat pin 8 Cokelat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 6. Susunan Kabel UTP Cross Over Standard  EIA/TIA-568A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;http://www.practicallynetworked.com/howto/040506diy_cables.htm&lt;br /&gt;http://www.netspec.com/helpdesk/wiredoc.html&lt;br /&gt;http://www.ablecables.com.au/568avb.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-3994798161637124663?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/3994798161637124663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/03/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3994798161637124663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/3994798161637124663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/03/1.html' title='Perbedaan Kabel Cross dan Straight'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SdCjHH8o3zI/AAAAAAAAAAU/ttInXQ0In-g/s72-c/568b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-618352908367434390</id><published>2009-03-27T14:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T14:42:32.817+07:00</updated><title type='text'>7 Layer OSI Jaringan</title><content type='html'>Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model referensi ini pada awalnnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.&lt;br /&gt;* Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.&lt;br /&gt;* Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer Ke- 7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.&lt;br /&gt;Layer Ke- 6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).&lt;br /&gt;Layer Ke- 5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.&lt;br /&gt;Layer Ke- 4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.&lt;br /&gt;Layer Ke- 3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.&lt;br /&gt;Layer Ke- 2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).&lt;br /&gt;Layer Ke- 1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.&lt;br /&gt;Sumber : http://sipiyuku.woowhosting.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-618352908367434390?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/618352908367434390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/03/7-layer-osi-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/618352908367434390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/618352908367434390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/03/7-layer-osi-jaringan.html' title='7 Layer OSI Jaringan'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-5918378164042496823</id><published>2009-02-13T15:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-13T15:40:02.463+07:00</updated><title type='text'>Nama Mahasiswa TI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://chiluk-bha.blogspot.com"&gt;Sunaryo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sujieinformatika.blogspot.com"&gt;Sujiati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://setyaji-musik.blogspot.com"&gt;Setyaji N&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kupusenja.blogspot.com"&gt;Nurahmi Tintyasusi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pipitnezt21.blogspot.com"&gt;Fitriah Lupianti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinoks.blogspot.com"&gt;Dini Pratiwi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://komunitasreggaecilacap.blogspot.com"&gt;Andrian Eko P&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pambudi88juventini.blogspot.com"&gt;Setyo Pambudi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://andreastro.blogspot.com"&gt;Andre Stephanus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dikapolcil-dika.blogspot.com"&gt;Az Dika Watie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://meydwi.blogspot.com"&gt;Mei Dwi Safitri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qie-qie16.blogspot.com"&gt;Rizqina Nurul Tsalatsah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://susantoedi.blogspot.com"&gt;Edi Susanto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dwika-yudha.blogspot.com"&gt;Dwika Primayudha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artha-athama.blogspot.com"&gt;Artha Anugrah Pratama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://vincentius.blogspot.com"&gt;Vincentius Tri Pamungkas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yanoear-a-one-k.blogspot.com"&gt;Yanuar Agung Kurnianto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yugacaemz.blogspot.com"&gt;Kartika Yuga Sugiharto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cool-satrio.blogspot.com"&gt;Satrio Dwi Pambudi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://merahputihqu.blogspot.com"&gt;Tri Wulandari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://methapoltek.blogspot.com"&gt;Metha Cahya Riyani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://didik-tehnik.blogspot.com"&gt;Didik Sugianto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dkage.blogspot.com"&gt;Dwi Kurniadi G&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://crusty-crabb.blogspot.com"&gt;Zendy Oka R&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://funky-cowoku.blogspot.com"&gt;Irawan Rahmat YS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://imamtriwb.blogspot.com"&gt;Imam Tri W&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://odipoltekti.blogspot.com"&gt;Odi Hendrawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://septian-informatika.blogspot.com"&gt;Septian P&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nurtiti.blogspot.com"&gt;Titi Nur Indriati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rulesh007.blogspot.com"&gt;Rulesa Bana A&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yugo-turner.blogspot.com"&gt;Yugo Adil Wicaksono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://riefaniezy.blogspot.com"&gt;Rifky Ramadhana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ganda-4lchatraz.blogspot.com"&gt;Ganda Sapta Nugroho&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://armada-wonkgandrung.blogspot.com"&gt;Afriatiningsih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yanti-princes.blogspot.com"&gt;Waryanti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-5918378164042496823?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/5918378164042496823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/02/nama-mahasiswa-ti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5918378164042496823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/5918378164042496823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/02/nama-mahasiswa-ti.html' title='Nama Mahasiswa TI'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-7752598285407529365</id><published>2009-01-25T13:19:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T13:25:50.547+07:00</updated><title type='text'>Gudang Logistik Dan Tiga Kereta Dioperasikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SXwFOwZ1uPI/AAAAAAAAAAM/eMwS3usZTuo/s1600-h/gerbong_pengangkut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 201px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SXwFOwZ1uPI/AAAAAAAAAAM/eMwS3usZTuo/s320/gerbong_pengangkut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295113012950448370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KROYA, (Cimed) - Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan, Wendy Aritonang, Selasa (20/1) meresmikan pengoperasian dua gudang logistik (Kroya dan Pekalongan) dan tiga kereta di Stasiun Kroya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua gudang tersebut masing-masing seluas 900 meter persegi yang berada di dua tempat berbeda yakni Kroya dan Pekalongan. Pembangunan setiap gudang menelan biaya yang berasal dari APBN sebesar Rp 3,8 miliar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gudang logistik digunakan untuk menyimpan komponen-komponen hasil bongkaran seperti bantalan besi, klem plat, pandroll dan komponen lain,” kata Wendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, komponen-komponen tersebut nantinya bisa dimanfaatkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tiga kereta yang dioperasikan masing-masing 10 unit gerbong pengangkut rel (PPCW), 10 unit gerbong pengangkut batu (ZZOW) dan dua unit kereta penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta PPCW yang dilengkapi dengan crane masing-masing berkapasitas 40 ton. Sedang kereta ZZOW masing-masing berkapasitas 35 ton. Sementara dua kereta NNW akan ditempatkan di Depo Lokomotif Solo dan Bandung.&lt;a href="http://cilacapmedia.com/"&gt;http://cilacapmedia.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-7752598285407529365?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/7752598285407529365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/01/gudang-logistik-dan-tiga-kereta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7752598285407529365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7752598285407529365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/01/gudang-logistik-dan-tiga-kereta.html' title='Gudang Logistik Dan Tiga Kereta Dioperasikan'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N7JWarqASWg/SXwFOwZ1uPI/AAAAAAAAAAM/eMwS3usZTuo/s72-c/gerbong_pengangkut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6889687940199174388.post-7287248923159419718</id><published>2009-01-25T13:17:00.000+07:00</published><updated>2009-01-25T13:18:10.007+07:00</updated><title type='text'>Konsep Teknologi Informasi</title><content type='html'>KONSEP DASAR TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Pengertian dasar dan definisi Teknologi Informasi&lt;br /&gt;1.1.1 Pengertian dasar dan definisi Teknologi Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah memahami penertian tentang teknologi informasi marilah kita lihat perkembangan sejarahnya. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai maka informasi berada ditangan si penerima. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Sampai jarak tertentu meskipun masih terdengar informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya alfabet dan angka arabik memudahkan penyampaian informasi dari yang sebelumnya satu gambar mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau penulisan angka yang tadinya MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi ini memudahkan penulisan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi percetakan memungkinkan pembuatan pintu informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer bahkan membuat informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ilustrasi di atas, maka teknologi merupakan hasil karya kreasi dan inovasi manusia untuk mempermudah berbagai proses dan kegiatan dalam kehidupannya. Penerapan keilmuan untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang merupakan teknologi. Jadi, Teknologi dapat diartikan sebagai suatu aplikasi dari ilmu dan rekayasa untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia, atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengartikan kata informasi, maka sebelumnya kita harus paham dan mengerti difinisi dari “data”. Data dapat didefinsikan sebagai kumpulan fakta mentah yang ada dalam kehidupan. Data merupakan fakta yang belum memiliki manfaat untuk manusia, karena hanya berupa sekumpulan kenyataan yang belum tersusun sehingga tidak dapat diketahui manfaat atau tujuannya. Sekumpulan fakta ini akan menjadi bermanfaat apabila telah diolah terlebih dahulu sehingga dapat memberikan gambaran tujuan yang dimaksudkan. Contoh proses pengolahan data yang dilakukan untuk menghasilkan informasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyusun data menurut konfigurasi tertentu sehingga terbentuk tampilan, misalnya tabel, maka tabel tersebut akan memberikan arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Suatu operasi aritmetika, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Suatu operasi statistik, misalnya nilai rata-rata, nilai tengah, dan modus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Suatu operasi logika, misalnya lebih besar, lebih kecil, lebih besar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata informasi memiliki arti yang berbeda-beda tergantung pada konteks yang dimaksudkan. Secara umum, Informasi dapat diartikan merupakan hasil pengolahan data yang diproses untuk dapat disampaikan dalam berbagai bentuk yang memiliki arti tertentu agar dapat dimanfaatkan atau dimengerti oleh manusia sesuai dengan komponen dan media penyampaiannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pengertian istilah Teknologi Informasi cukup banyak yang mendefinisikannya secara berbeda-beda pula, tetapi ada beberapa definisi dari Teknologi Informasi yang cukup penting yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Williams dan Sawyer (2003): Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi yang membawa data, suara ataupun video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamus Oxford (1995) : Teknologi Informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alter (1992), Teknologi Informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martin (2002) : Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucas (2000) : Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan infromasi dalam bentuk elektronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia (2006): Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dari Teknologi Informasi dapat diartikan secara umum sebagai suatu subyek yang luas yang berkenaan tentang teknologi dan aspek lain tentang bagaimana melakukan manajemen dan pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Teknologi informasi ini merupakan subsistem dari sistem informasi (information system). Terutama dalam tinjauan dari sudut pandang teknologinya.&lt;br /&gt;http://babygals.wordpress.com/2008/08/11/konsep-dasar-teknologi-informasi/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6889687940199174388-7287248923159419718?l=susantoedi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://susantoedi.blogspot.com/feeds/7287248923159419718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/01/konsep-teknologi-informasi_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7287248923159419718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6889687940199174388/posts/default/7287248923159419718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://susantoedi.blogspot.com/2009/01/konsep-teknologi-informasi_24.html' title='Konsep Teknologi Informasi'/><author><name>edi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03503814397066201085</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
